Suguhan Resital Piano dari Simon Ghraichy Sukses Pukau Penonton

suguhan-resital-piano-dari-simon-ghraichy-sukses-pukau-penonton Pianis asal Prancis Simon Ghraichy tampil dalam gelaran Resital Piano di Bandung, Minggu (12/5/2019). (Trie Widiyantie/PindaiNews)

PINDAINEWS, Bandung - Tak banyak kegiatan konser piano yang digelar di Kota Bandung. Ini yang kemudian jadi momen sangat langka dan bermakna bagi para penonton ketika pianis musik klasik asal Prancis, Simon Ghraichy (33) tampil dalam pagelaran Resital Piano di Hotel Four Points by Sheraton Bandung, Minggu (12/5/2019) malam.

Konser tersebut merupakan bagian dari kegiatan charity atau amal, dimana sebagian hasil keuntungan konser ini disumbangkan ke salah satu yayasan di Kota Bandung. "Kehadiran Simon Ghraichy pada bulan Ramadhan seperti ini menjadi sebuah momen yang tepat bagi kami untuk menggelar konser dengan tujuan amal," ucap Franklyn Y Kocek, General Manager Hotel Four Points by Sheraton Bandung.

"Tidak ada istilah pembelian tiket, karna penonton hanya membayar F&B Package atau dinner untuk buka puasa, dan sebagian hasilnya akan kami sumbangkan kepada yayasan disabilitas di Kota Bandung," ujarnya menambahkan.

Simon memang bukan pianis musik klasik biasa, karena gayanya sangat anak muda. Dia mematahkan opini musik klasik adalah musik yang membosankan, karena pada kenyataannya para penonton sangat terhibur dengan penampilan Simon, baik dari lagu ataupun ekspresi permainan piano Simon.

Event ini merupakan hasil kerja sama Institut Prancis di Indonesia (IFI) Bandung dengan Four Points by Sheraton Bandung yang dilatarbelakangi dengan tujuan pertukaran budaya yang didukung penuh oleh Institut Fran├žais di Paris dan pemerintah Indonesia.

Selama kurang lebih 1 jam 15 menit, Simon menunjukkan bakatnya dalam bermain piano dengan membawakan komposisi Ernesto Lecuona (4 Afro-Cuban Dances), Isaac Albeniz (Asturias), Robert Schumann (Estudes in Variation Form on aTheme Based on the Symphony No.7 Op.92 by Ludwig van Beethoven, Humoreske op. 20-II, Hastig-Die innere stimme), Chilly Gonzales (Robert on the Bridge), Charles-Valentin Alkan (Chanson de la folle au bord de la mer), Ariel Ramirez (Alfonsina y El mar), dan Franz Liszt (Hungarian Fantasy).

Dalam setiap nada yang dikeluarkan oleh keahlian jari-jarinya dalam memainkan piano mampu menyihir penonton mulai pukul 19.45 malam. Di setiap jeda lagu, Simon pun menjelaskan latar belakang atau cerita singkat mengenai lagu yang ia bawakan. Hal ini membuat penonton lebih memahami makna lagu serta menyerap emosi Simon lebih dalam.

Tepat pukul 21.00 WIB, Simon selesai menghipnotis para penonton setelah penampilan encore. Para penonton kemudian diperbolehkan untuk berfoto bersama sang pianis serta dapat membeli CD yang langsung ditandatangani oleh Simon.

"Kapan lagi kedatangan pianis bertalenta dari Eropa seperti Simon ini? Saya sangat berterima kasih kepada IFI Bandung dan Four Points by Sheraton Bandung karena telah menggelar acara hebat seperti ini," ucap Putri (karyawan swasta usia 24 tahun).


Editor: Mohamad Taufik

Komentar