Kuota Mudik Gratis di Jabar Ludes

kuota-mudik-gratis-di-jabar-ludes . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS, Bandung - Kuota peserta untuk program mudik gratis 2019 di Jawa Barat dipastikan sudah terpenuhi. Dari 4.700 kuota yang disiapkan Dinas Perhubungan Jawa Barat, tidak ada satu pun kursi yang masih kosong.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Heri Antasari mengatakan, kuota mudik gratis tahun ini sebenarnya dibuka sejak 20 Maret hingga 20 Mei 2019. Namun sejak awal April semuanya sudah ludes diserbu pemudik Jabar.

"Kita sediakan tiga jenis moda transportasi mudik yaitu bus, kereta api dan mengangkut motor pemudik. Semuanya sudah ditutup untuk pendaftaran," kata Heri saat dikonfirmasi Rabu (15/5/2019).

Lokasi keberangkatan mudik gratis Jawa Barat terbagi ke empat daerah yaitu Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Sukabumi dan Kota Bogor. Untuk Bandung jumlah pendaftarnya mencapai 1.188 orang, Bekasi 759 orang, Sukabumi 660 orang dan Bogor 400 orang.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, 300 kursi Kereta Api dan 35 unit bus disediakan untuk pemudik dari Bandung, kemudian 40 bus dari Bekasi, 15 bus Sukabumi serta 10 bus untuk Bogor.

"Kami menyiapkan sebanyak 100 unit bus dan 1 unit rangkaian kereta api. Tujuan mudik gratis masih ke tiga kota besar, Semarang, Solo dan Yogyakarta," imbuhnya.

Ribuan pemudik dari Jawa Barat ini akan diberangkatkan menggunakan bus pada 1 Juni 2019 di Gedung Sate, Bandung. Sementara yang memilih kereta api akan berangkat pada 2 Juni 2019.

Heri pun mengingatkan para peserta mudik gratis untuk segera mendaftar ulang paling lambat 25 Mei 2019 untuk pemudik dengan bus. "Sedangkan untuk yang kereta api terakhir kemarin tanggal 8 Mei," tegasnya.

Selain program mudik gratis, Heri mengungkapkan kesiapan sejumlah moda transportasi di Jawa Barat untuk mengangkut pemudik. Angkutan tersebut yaitu bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 63 ribu penumpang per hari, kereta api 67 ribu penumpang per hari, pesawat 7.600 penumpang per hari serta 20 ribu penumpang untuk Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan.


Editor: Daddy Mulyanto

Komentar