Di Balik Proses Lagu Religi 'Sang Maha Pengasih' Sandhy Sondoro

di-balik-proses-lagu-religi-sang-maha-pengasih-sandhy-sondoro Sandhy Sondoro. (Tri Widiyantie/PINDAINEWS)

PINDAINEWS, Bandung - Ramadan kali ini dijadikan moment indah bagi penyanyi, pencipta lagu, sekaligus pemain gitar, Sandhy Sondoro untuk merilis single religi berjudul 'Sang Maha Pengasih'. Single tersebut dia jadikan sebagai media ajakan kepada sesama untuk bersyukur.

Dalam proses pembuatan lagu, diakui penyanyi yang namanya besar di luar negeri ini  tidak menemui hambatan atau kesulitan.

"Lagu religi kali ini, saya tidak memiliki kesulitan, penghayatan saat membuatnya mengalir begitu saja. Apalagi lagunya juga terdengar ringan, namun makna di dalamnya bisa menyentuh hati," jelas Sandhy belum lama ini saat mempromosikan lagu miliknya tersebut.

Dia menjelaskan, makna yang tersimpan pada lagu religi kelimanya itu merupakan rasa syukur kepada Allah SWT sebagai 'Sang Maha Pengasih' yang selalu memberikan kebahagiaan dan tak pernah melupakan hamba-Nya.    

Dia juga berbagi cerita, bagaimana dirinya mengungkapkan rasa syukur lainnya yang ia rasakan yakni saat dirinya  berada di Jerman cukup lama. Saat itu, ternyata dia masih bisa menjalani puasa meski tak dipungkiri waktu puasa di sana cukup panjang.

"Ada banyak pengalaman yang menjadi inspirasi di lagu religi terbaru saya kali ini dan membuat saya semakin bersyukur bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya," jelas Sandhy.

Sementara untuk aransemen musik di lagu yang akan menempati album ke delapan ini, Sandhy menggaet Amrus Ramadhan sebagai pemain Steel Guitars, alat musik klasik asal Hawaii di era 20an.

Biasanya alat musik ini digunakan pada aliran pop, country, dan blues yang memang merupakan kiblat genre Sandhy dengan ciri khas suaranya.

"Saya cukup senang karena aransemen musik dan semua yang tercipta pada lagu religi saya ini, sesuai dengan keinginan dan direspons baik oleh penikmat musik tanah air," tandasnya mengakhiri perbincangan.

Editor: Gin gin Tigin Ginulur

Komentar