Ini Kondisi Industri Jabar Periode Januari-Mei 2019

ini-kondisi-industri-jabar-periode-januari-mei-2019 Ketua BPP Apindo Jabar, Dedy Widjaja. (Adriansyah/PINDAINEWS)

PINDAINEWS, Bandung -- Perkembangan global yang terjadi pada 2019 ditambah oleh berlangsungnya agenda politik di tanah air cukup berimbas pada perekonomian nasional. Berbagai sektor terimbas kondisi tersebut, termasuk industri Jabar.

"Kami melihat, perkembangan ekonomi, khususnya, industri di Jabar, selama lima bulan terakhir 2019 tidak terlalu positif," tandas Ketua Badan Pengurus Provinsi (BPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar, Dedy Widjaja, Selasa (11/6/2019).

Dedy menjelaskan, kondisi itu terjadi karena dipengaruhi oleh perkembangan global. Menurutnya, terjadinya trade war antara Amerika Serikat (AS) dan China menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu, lanjut Dedy, bergulirnya ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang berlangsung bersamaan dengan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 pun turut memengaruhi kondisi industri nasional, utamanya, Jabar.

Kedua faktor itu, terang Dedy, juga membuat tertahannya investasi. Akibatnya, pergerakan dan pertumbuhan industri pun terhambat.

Menurutnya, selama 5 bulan awal 2019, hampir seluruh sektor industri mengalami pelemahan pertumbuhan. Akan tetapi, lanjutnya, pihaknya tidak dapat memprediksi persentase perlambatan pertumbuhan itu. 

Pasalnya, jelas dia, setiap sektor industri mengalami perkembangan yang berbeda. "Ada juga sektor yang mencatat pertumbuhan, tetapi tipis. Tapi, secara umum, mayoritas industri di Jabar pertumbuhannya melambat," tutur dia.

Berkenaan dengan hasil Pilpres 2019, saat ini, Dedy meneruskan, para pelaku industri bersikap wait and see.  "Kami menunggu hasil dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Harapannya, pasca putusan (MK) itu, kondisinya kembali normal," tutup Dedy.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar