Tidak Bayar Sewa, PT KAI Siap Tertibkan Pool Damri

tidak-bayar-sewa-pt-kai-siap-tertibkan-pool-damri Bus Damri yang direkondisi di Pool Damri Jalan Kebon Kawung Bandung. (ilustrasi/net)

PINDAINEWS, Bandung -- Hingga kini, banyak lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) yang dimanfaatkan atau digunakan pihak lain, baik secara resmi, melalui skema sewa, maupun tidak. Satu di antaranya, lahan di Jalan Kebon Kawung Bandung, yang sejak lama menjadi pool bus Damri.

Ternyata, informasinya, selama puluhan tahun, Perum Damri tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar sewa lahan milik PT KAI (Persero) itu.

"Sejak 1993, tidak lagi memenuhi kewajibannya. Pada 1993, nilainya sekitar Rp 500 juta. Ya, tinggal hitung saja, berapa nilai yang belum mereka bayarkan kepada kami," tandas Executive Vice President (EVP) PT KAI (Persero) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Saridal, di ruang kerjanya, Rabu (10/7/2019). 

Saridal mengungkapkan, sejak 1993, justru pihaknya yang menanggung dan membayar pajak kepada pemerintah. Melihat kondisi itu, pihaknya siap bersikap tegas. Artinya, jelas dia, pihaknya berencana untuk menertibkan dan mengosongkan areal lahan tersebut. 

Saridal menyatakan, pihaknya tidak ingin permasalahan ini segera tuntas. "Opsinya, Damri memenuhi kewajibannya kepada kami atau pindah," tegas Saridal.

Sejatinya, tutur Saridal, pada 2017, pihaknya mengajukan Surat Peringatan (SP) 1 kepada Perum Damri supaya menuntaskan kewajibannya. Akan tetapi, kata Saridal, SP-1 tersebut tidak mendapat respon. Kemudian, lanjutnya, pada tahun yang sama, pihaknya kembali mengajukan SP-2. Namun, tukas Saridal, hasilnya sama seperti pada SP-1.

Tahun lalu, sambungnya, pihaknya mengirimkan surat kepada Perum Damri supaya segera menuntaskan permasalahan tersebut. Isi surat itu, kata Saridal, pada dasarnya, pihaknya mempersilakan pihak mana pun, termasuk Perum Damri, untuk memanfaatkan lahan PT KAI (Persero). apakah yang berlokasi di Padalarang atau Rancaekek. Namun, ucap dia, tentunya, tidak gratis.

"Hari ini (Rabu, 10/7/2019), kami mengundang Perum Damri untuk membicarakan dan membahas permasalahan ini. Tapi, Alhamdulillah, mereka tidak hadir. Kami berencana untuk kembali mengundang Perum Damri pada Jumat (12/7/2019). Kami harap, mereka memenuhi undangan tersebut," paparnya.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar