Dugaannya, Ini yang Terjadi dalam Muscab TI Kota Bandung

dugaannya-ini-yang-terjadi-dalam-muscab-ti-kota-bandung Dasantyo Pribadi (kiri) dan Bayu Subekti menunjukkan bukti penyerahan dukungan Agus Mulyanto. (Istimewa)

PINDAINEWS, Bandung -- Musyawarah Cabang (Muscab), Taekwondo Indonesia (TI) Kota Bandung, Minggu (4/8/2019) di Fox Lite Harris Hotel, Bandung, memutuskan Dedi Heryadi menjadi Ketua Pengcab TI Kota Bandung.periode 2019-2023. Namun, beberapa kalangan taekwondo, mempertanyakan tata cara muscab itu.

Bayu Subekti, Juru bicara kandidat Ketua Umum Pengcab TI Kota Bandung, Agus Mulyanto, mengkritisi pelaksanaan Muscab tersebut. Mantan Sekretaris Pengcab TI Kota Bandung dan Pengurus Provinsi (Pengprov) TI Jabar ini berpendapat, ada beberapa hal yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan Muscab TI Kota Bandung. "Di antaranya, dalam hal penjaringan calon ketua yang tidak lazim," tandas Bayu, Rabu (7/8) malam.

Dia menduga, adanya rekayasa sejumlah persyaratan menjadi calon Ketua Pengcab TI Kota Bandung agar meloloskan salah satu kandidat. Di antaranya, sebut dia, penetapan jumlah unit yang mendukung calon ketua. 

Pihaknya, kata Bayu, juga menilai adanya kerancuan pengertian mengenai surat dukungan, yang asumsinya menjadi surat suara. Padahal, ujar dia, bentuk dukungan dan surat suara adalah hal yang berbeda.

Dugaan lainnya, lanjut dia, saat muscab bergulir, pembahasan laporan pertanggungjawaban kepengurusan 2014-2019 pun tidak ada pembahasan. "Tentunya, dalam sebuah musyawarah, ada berbagai pembahasan, baik mengenai susunan acara, tata tertib persidangan, termasuk laporan pertanggunjawaban pengurus yang habis masa baktinya," paparnya.

Bayu menambahkan, ada beberapa kejanggalan lainnya dalam pelaksanaan muscab tersebut. Antara lain, ungkapnya, beberapa hari sebelum penutupan pendaftaran kandidat, pihaknya mengirimkan surat kepada Pengcab TI Kota Bandung. Isinya meminta audensi dengan jajaran Pengcab TI Kota Bandung dan unsur-unsur pelatih serta senior. Satu di antaranya, mengenai tanggal pelaksanaan.

"Kandidat kami melaksanakan ibadah haji. Tentu saja, yang bersangkutan tidak dapat hadir pada saat pelaksanaan muscab. Tapi, kami tidak mendapat surat jawaban dari Pencab TI Kota Bandung," paparnya.

Saat mendaftar pun, ucap dia, pihaknya menyertakan dokumen-dokumen yang menjadi persyaratan pencalonan, termasuk dukungan unit-unit sebanyak 60 unit lebih, yang terekap dalam 17 surat. Namun, ucap dia, dalam hasil verifikasi, panitia menggugurkan dukungan tersebut. 

Alasannya, ucap dia, hanya ada 17 unit yang mendukung. "Padahal, yang mendukung kami sebanyak 60 unit lebih. Dukungan itu kami rekap dalam 17 surat dukungan," ucap dia seraya menunjukkan foto tanda terima surat dukungan 60 unit lebih yang ditandatangani dan dicap Pengcab TI Kota Bandung.

Mantan atlet andalan Kota Bandung dan Jabar, bahkan nasional, Dasantyo Pribadi, mengimbuhkan, berkaitan dengan surat dukungan unit, pihaknya menerima surat pada H-3 penutupan pendaftaran, yaitu 17 Juli 2019. "Sedangkan berdasarkan surat tersebut, kandidat harus pengumpulan dukungan minimal 53 unit itu terkumpul maksimal Juni 2019," kata Jesi, sapaan akrabnya. 

Melihat hal itu, Bayu menimpali, pihaknya menolak hasil dan putusan Muscab Pengcab TI Kota Bandung. "Kami menolak karena sistemnya dan tata caranya yang tidak sesuai AD/ART," tutup Bayu.  (*)

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar