Pemkot Bandung dan Bigrs akan Tata Kawasan Jalan Supratman

pemkot-bandung-dan-bigrs-akan-tata-kawasan-jalan-supratman Kepala Sub Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah II pada Badan Perencanaan Penel. (Tri Widiyantie/PINDAINEWS)

PINDAINEWS, Bandung - Guna mewujudkan sebuah kawasan berkeselamatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Bloomberg Philantropies Initiative for Global Road Safety (BIGRS) akan menata kawasan Jalan Supratman (area Taman Persib).

Sekarang ini, jalan di kawasan Taman Persib tersebut direkayasa sehingga pengendara dari arah selatan (Jalan Jakarta, Laswi, Ahmad Yani) harus mengelilingi Taman Persib dulu jika hendak menuju ke arah utara (Pusdai, Gasibu).

Pelimpahan kendaraan untuk mengelilingi Taman Persib tersebut berdampak bagi keselamatan jalan, khususnya para pelajar yang banyak menggunakan akses jalan tersebut.

Dijelaskan Kepala Sub Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah II pada Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Bappelitbang) Kota Bandung, Sam Satriabadra, pihaknya akan memfungsikan kembali jalur yang saat ini ditutup (tepat di area Taman Persib, red). Namun akan dilengkapi fasilitas keselamatan bagi pejalan kaki.

Hal ini dilakukan, karena diyakini akan berdampak positif bagi ruas jalan yang terkoneksi langsung dengan area Taman Persib seperti Jalan Cendana, Bengawan, sampai ke Jalan Riau.

"Jika sebelumnya kami menciptakan kawasan jalan berkeselamatan di satu trase saja, sekarang eksekusinya sudah masuk kawasan," ujar Sam pada Bandung Menjawab di Balai Kota.

Sampai kini, Sam menyebutkan, perencanaan penataan jalan Supratman sudah memasuki tahap akhir pada konseptual desain, dan dalam waktu dekat akan segera dieksekusi. "Kita akan fokus menjadikan Kota Bandung ramah bagi pejalan kaki," katanya.

Senada dengan Sam, Kepala Seksi Manajemen Transportasi pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Sultoni menyebutkan, jalan yang berkeselamatan itu adalah jalan yang mendahulukan kenyamanan pejalan kaki dan sepeda.

"Produksi dan konsumsi kendaraan memang tidak bisa kita kendalikan. Tetapi kita harus bisa mengendalikan sistem penggunaannya, agar semua pengguna jalan merasa nyaman," ujar Sultoni.


Editor: Daddy Mulyanto

Komentar