Minimalisasi Laka di Cipularang, Polisi Sarankan Pemasangan Speed Gun

minimalisasi-laka-di-cipularang-polisi-sarankan-pemasangan-speed-gun Sejumlah kendaraan terlibat kecelakaan di Tol Cipularang, Senin (2/9). (Istimewa)

PINDAINEWS, Bandung - Polisi merekomendasikan pemasangan speed gun di tol Cipularang, khususnya di KM 90-100 sebagai langkah meminimalisasi kecelakaan yang kerap terjadi.

"Itu salah satu rekomendasi kita, speed gun di situ karena itu jalur menurun landai nggak kerasa orang lewat situ di tambah kecepatan nggak kerasa dia," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar, Kompol Efos Satria Wisnuwardana, Rabu (11/9/2019).

Efos mengatakan, penerapan speed gun dalam pelaksanaannya merupakan wewenang dari Jasa Marga. Namun untuk penindakannya nanti dilakukan oleh jajaran Ditlantas Polda Jabar.

"Untuk saat ini kita kan manual saja, dengan menggunakan pistol speed gun. Namun itu kan enggak bisa setiap saat," katanya.

Tingginya kecelakaan di KM 90 hingga KM 100 Cipularang, dinilai karena kontur jalan yang menurun sangat tajam pada arah Jakarta dan tanjakan curam pada arah Bandung menjadikan beberapa pengendara sulit mengendalikan kendaraannya.

Selain itu, pada KM 92-KM 93 dari arah Jakarta terdapat dua tikungan tajam dengan sudut sekira 80 derajat. Tikungan itu berada setelah jalan menurun dengan kecuraman sekira 20 derajat.

Belum lagi sepanjang KM 95 jalan tol terbentang lurus sehingga bisa menimbulkan kantuk bagi pengemudi. Kemudian titik KM 96-KM 97 dianggap titik rawan karena kontur jalan yang menurun dengan kecuraman sekira 20° dan ada tikungan tajam dengan sudut sekira 80 derajat.

Kemudian pada KM 101-KM 103 jalanan terbentang lurus namun sambungan jembatan lebih rendah dibanding jalan utama sehingga memicu genangan air. Kondisi ini membuat kecelakaan rawan terjadi karena bisa menyebabkan kendaraan mudah hilang keseimbangan.

Terakhir di KM 104 terdapat tikungan tajam dengan sudut kemiringan sudut sekira 80 derajat sehingga rawan memicu kecelakaan bilamana pengendara tidak berhati-hati.

Kecelakaan terakhir terjadi pada Selasa (10/9/2019), di KM 92 arah Jakarta. Sebanyak lima kendaraan terlibat kecelakaan beruntun. Duabirang luka-luka dalam insiden tersebut.

Sebelumnya juga terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan 20 kendaraan terlibat kecelakaan yang menyebabkan 8 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka.

Kecelakaan dipicu akibat adanya kendaraan truk dump yang kelebihan muatan mengakibatkan pengemudinya tidak dapat mengendalikan kendaraannya.

Editor: Mohamad Taufik

Komentar