Lagi, PT Len Terima Award

lagi-len-terima-award . (Istimewa)

PINDAINEWS, Bandung -- Keberadaan industri strategis nasional, satu di antaranya, PT Len Industri (Persero), sudah diakui dunia internasional. Buktinya, sebanyak 35 insinyur industri BUMN yang berkantor di Jalan Soekarnohatta 442 Bandung itu meraih penghargaan level ASEAN.

"Sebanyak 35 insinyur PT Len Industri (Persero) sertifikasi dan medali AER (ASEAN Engineer Register) pada ajang CAFEO 2019 di Jakarta belum lama ini. Ini sebuah nilai tambah bagi perusahaan yang sedang menjalankan misi go regional menggarap pangsa pasar ASEAN, Asia Pasifik, maupun Afrika," tandas Direktur Utama PT Len Industri, Ir. Zakky Gamal Yasin, MM. dalam keterangan resminya.

Zakky meneruskan, dalam ajang itu, Indonesia menjadi penerima terbanyak, yakni 414 insinyur. Secara total, sambung dia, jumlah penerimanya 816 penerima asal semua organisasi keinsinyuran ASEAN.

Zakky berpendapat, sertifikasi, khususnya, level internasional keinsinyuran, ini merupakan program positif untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Tahun lalu, tuturnya, pihaknya mendaftarkan 20 orang. Tahun ini, sambung dia, pihaknya mengajukan 35 insinyur, baik asal unit bisnis transportasi, pertahanan, energi, ICT dan navigasi, maupun pengembangan bisnis serta teknologi. 

Dalam agenda itu, kata Zakky, pihaknya pun menampilkan sejumlah karya dan produknya. Yaitu, sebut dia, Palapa Ring Paket Tengah, LRT Jakarta, Sistem PLTS, CMS KRI. 

Dr. Ir. Heru Dewanto M.Sc.(M.Eng.), IPU. selaku Ketua Umum PII (Persatuan Insinyur Indonesia), ajang CAFEO 37th tidak hanya berupa seremonial tahunan." Konferensi tahun ini menjadi etalase kebanggaan yang menampilkan pencapaian pembangunan Indonesia," sahutnya. 

Dia menjelaskan, AER merupakan sertifikat registrasi para insinyur profesional yang diberikan The Asean Federation of Engineering Organizations (AFEO). Tujuannya, jelas dia, standardisasi profesi insinyur dalam menyikapi era globalisasi. 

Heru berpendapat, standardisasi dan kesetaraan keinsinyuran berguna untuk memfilter arus deras globalisasi ASEAN Economic Community (AEC). Selain itu, tambahnya, juga untuk menaikkan human capital index (HCI) secara nasional, yang saat ini, masih cukup rendah.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar