Polisi Amankan Bandar Narkotika Jaringan Antar Provinsi

polisi-amankan-bandar-narkotika-jaringan-antar-provinsi SatresNarkoba Polrestabes Bandung, berhasil mengamankan 24 pelaku penyalahgunaan narkoba dari 22 kas. (Bagja Yudistira/PINDAINEWS)

PINDAINEWS, Bandung - SatresNarkoba Polrestabes Bandung, berhasil mengamankan 24 pelaku penyalahgunaan narkoba dari 22 kasus. Dari pengungkapan ini, ratusan gram sabu-sabu dan ganja disita polisi.

"Kita berhasil mengungkap dan amankan sebanyak 416,30 gram sabu-sabu dan ganja 12,25 gram," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema, saat ungkap kasus di Mapolrestabes, Jalan Jawa, Selasa (17/9/2019).

Irman mengatakan, pengungkapan ini hasil jajaran SatNarkoba yang di pimpin Kasat Narkoba AKBP Irfan Nurmansyah, pada pelaksanaan operasi yang dilakukan selama dua pekan.

Modus yang dilakukan para pelaku ini untuk transaksi narkotika, dengan cara modus tempel, di perumahan, apartemen, dan kost-kostan.

"Ada juga yang transaksi secara online dan jasa pengiriman paket," katanya.

Dalam operasi yang dilakukan, polisi juga berhasil menangkap seorang bandar narkotika yang juga target operasi dari Satuan Narkoba. Ialah pelaku berinisial HI.

"Dari yang bersangkutan kita amankan 381 gram sabu yang siap edar," ucapnya.

Kapolres menuturkan, HI diketahui termasuk jaringan narkotika yang memasok barang haram tersebut ke sejumlah wilayah di Indonesia. Di antaranya wilayah pasokan narkotika oleh pelaku Bandung, Jakarta dan Yogyakarta.

Polisi menyita berbagai alat konsumsi narkoba, timbangan digital, dan beberapa ponsel sebagai alat untuk transaksi narkotika.

Kepada pelaku, dipersangkakan melanggar pasal 114 UURI No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan pidana denda sebesar minimal 1 miliar maksimal 10 miliar.

Sementara untuk para pengguna dipersangkakan melanggar pasal 112 Jo pasal 127 UURI No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda minimal 800 juta maksimal 8 miliar.

Editor: Daddy Mulyanto

Komentar