Sang Maestro Taekwondo Berpulang

sang-maestro-taekwondo-berpulang Master Bunawan Sofwan. (pindainews/ISTIMEWA)

PINDAINEWS, Bandung -- Dunia olah raga, khususnya, taekwondo Indonesia, berduka. Pasalnya, satu di antara legenda bela diri asal Korea Selatan di tanah air, Master Bunawan Sofwan, mengembuskan nafas terakhirnya, Sabtu (5/10/2019), sekitar pukul 11.40.

Penyandang sabuk hitam DAN VII Kukkiwon itu mengembuskan nafas terakhirnya, saat berlangsungnya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) serta Ujian Penguji Nasional di kawasan Cibubur. 

"Kami, keluarga besar Taekwondo Indonesia sangat, sangat kehilangan. Almarhum memiliki jasa yang sangat besar bagi perkembangan taekwondo di tanah air," tandas Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen (TNI) Purn H. Thamrin Marzuki, melalui pesan Whatsapp.

Menurutnya, semasa hidup, Bunawan adalah sosok yang punya dedikasi, loyalitas pengabdian, dan semangat yang tinggi. Almarhum, sambung dia, punya komitmen kuat belajar dan berbagi ilmu demi kemajuan taekwondo Indoneaia. "Ini harus menjadi pelajaran dan api semangat bagi kita menuju cita-cita beliau dan kita semua," kata Thamrin.

Thamrin meneruskan, sebelum mengembuskan nafas terakhir, almarhum sempat memperagakan jurus kepada para peserta. Sebenarnya, sejak awal, ada dispensasi kepada almarhum untuk tidak melakukan demo uji kompetensi jurus. Pertimbangannya, faktor usia dan fisik yang bersangkutan.

Akan tetapi, ungkapnya, almarhum, yang memperoleh Dan VIII Kukkiwon kehormatan, bersikeras untuk mengikuti proses itu. "Almarhum meminta panitia utk mengikutsertakannya dalam demo jurus itu. Alhamrhum ingin lebih memotivasi para penguji yang masih berusia mudia supaya lebih meningkatkan kemampuan jurusnya. Itu sebuah dedikasi yang luar biasa," lirihnya lagi.

Dasantyo Pribadi, anak didik Bunawan, mengaku sangat terkejut atas kepergiana sang maestro. Jesi, sapaan akrabnya, menceritakan, , setelah memperagakan jurus, almarhum duduk dan beristrirahat. Setelah itu, ujarnya, alhmarhum memegang dadanya dan tiba-tiba ambruk.

Pertolongan pertama pun langsung dilakukan. "Bahkan, sempat ke Rumah Sakit (RS) Cibubur untuk mendapat penanganan. Namun, tidak tertolong," ucap Jessi.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar