Pemkot Bandung Pertimbangkan Bangun Transportasi Kereta Tanpa Rel

pemkot-bandung-pertimbangkan-bangun-transportasi-kereta-tanpa-rel Kereta tanpa rel di China. (Net)

PINDAINEWS, Bandung - Pemkot Bandung memastikan akan terus berupaya mengatasi kemacetan di kota kembang. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga mendorong perubahan pola hidup warga agar beralih menggunakan transportasi umum.

“Tahun ini kita bangun perlintasan tidak sebidang atau fly over di Ahmad Yani – Gatsu. Juga rencananya membangun beberapa flyover yang disinyalir menjadi titik kemacetan,” kata Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dalam rilis Humas Pemkot Bandung.

Di bidang transportasi umum, Yana mengungkapkan, Pemkot Bandung tengah mengkaji pembangunan moda transportasi publik berbasis kereta tanpa rel. Moda transportasi ini mengadopsi China yang sukses membangun kereta tanpa rel yang diberi nama Autonomous Rail Transit (ART).

Hal ini merupakan teknologi baru, sebab jJalurnya menggunakan infrared, sehingga tidak mengganggu jalur bahkan jalan yang digunakan oleh kendaraan lain. “Kita akan follow up lagi, untuk memastikan progress selanjutnya,” aku Yana.

Kendati demikian, Yana mengaku akan tetap memaksimalkan peran angkutan kota (angkot). Pasalnya transportasi publik menjadi bagian terpenting dalam mengurangi kemacetan.

“Sebetulnya orang ingin beralih ketransportasi umum itu, pasti salah satunya soal ketepatan waktu. Harus terukur dan terprediksi waktunya. Itu bisa membuat orang berpindah ke transportasi umum. Itu yang akan kita upayakan,” jelasnya.

Yana mengungkapkan, jika Kota Bandung menduduki peringkat ke-14 kota termacet di Asia versi Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB), hal itu karena Kota Bandung merupakan kota transit. Banyak warga luar Kota Bandung bekerja di Kota Bandung.

“Jadi Kota Bandung ini jumlah penduduknya 3,7 juta di siang hari, kalau malam hari 2,5 juta. Jadi ada 1,2 juta penduduk luar Kota Bandung yang beraktivitas di Kota Bandung. Sehingga kemacetan jadi satu hal yang akan terjadi,” ujar Yana.


Editor: Mohamad Taufik

Komentar