Hati-hati Memilih Suplemen Herbal untuk Vitalitas Tubuh

hati-hati-memilih-suplemen-herbal-untuk-vitalitas-tubuh . (Trie Widiyantie/PindaiNews)

PINDAINEWS, Bandung - Beragam cara dilakukan dalam menjaga kesehatan, mulai dari olahraga, menerapkan pola makan sehat, sampai mengkonsumsi suplemen demi mendapatkan kondisi tubuh yang baik.

Terlebih dengan berolahraga merupakan aktivitas untuk melatih tubuh seseorang baik secara jasmani maupun rohani. Semakin sering  melakukan olahraga, maka akan semakin sehat pula tubuh kita. Selain itu juga dapat membuat tubuh kita tidak mudah terserang berbagai penyakit dan gangguan kesehatan lainnya.

Selain itu, apoteker sebagai salah satu tenaga kesehatan mempunyai peranan penting terkait dengan perannya dalam pemberian informasi penggunaan obat khususnya obat yang digunakan untuk meningkatkan stamina. Tapi harus hati-hati dalam memilih suplemen atau obat herbal.

Apalagi Pengawasan Obat dan Makanan tidak jarang menemukan suplemen herbal namun masih mengandung BKO alias Bahan Kimia Obat.

"Karena seharusnya herbal itu tidak mengandung BKO karena jika salah saja mengkonsumsi bisa mengakibatkan efek samping," ungkap  Keynote speaker Deputi Bidang Pengawasan Obar Tradisional, Kesehatan dan Kosmetik BPOM Indonesia, Maya Agustina Andarini dalam 'Seminar Farmasi Unjani ke-4 (SNIFA 4)' di Harris Hotel Ciumbuleuit, Bandung.

Untuk itu, Seminar Nasional Farmasi UNJANI ke-4 merupakan sebagai wadah untuk para peneliti dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitiannya serta memberikan informasi kepada para apoteker, tenaga kesehatan lain dan masyarakat luas tentang bagaimana memanfaatkan ilmu farmasi khususnya dalam bidang olahraga di Indonesia.

"Kegiatan Seminar Nasional Farmasi Unjani bertujuan memahami lebih jauh tentang olahraga dan pengaruh penggunaan obat-obat peningkat stamina pada olahragawan sehingga masyarakat menjadi paham dalam penggunaan obat-obat tersebut," paparnya.

Pada kesempatan tersebut, seminar diikuti oleh lebih dari 400 orang, peserta pemakalah diikuti oleh 63 orang pemakalah yang terdiri dari 23 pemakalah oral dan 40 pemakalah poster. Peserta merupakan para praktisi di Industri Farmasi, Apotek, Klinik, Puskesmas, dan Rumah Sakit serta mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi.

Di antaranya Fakultas Farmasi Unjani, Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Fakultas Farmasi Universitas Bhakti Kencana, Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, Poltekkes Kemenkes Bandung, Poltekkes Kemenkes Surakarta, Universitas Al-Ghifari, Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, STIKes Bakti Tunas Husada tasikmalaya, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Pakuan, Universitas Prisma, Universitas Sumetera Utara, Teknik Lingkungan ITB, University Teknologi MARA Malaysia.

"Jadi pada dasarnya dengan adanya seminar ini, para praktisi mengetahui bagaimana melakukan penelitian terhadap bahan-bahan herbal agar betul-betul tepat manfaatnya. Jangan sampai herbal namun mengandung BKO yang bahaya jika dikonsumsi berlebihan. Terlebih untuk suplemen meningkatkan vitalitas tubuh," tandasnya.




Editor: Mohamad Taufik

Komentar