UMP 2020, Jabar Terendah

ump-2020-jabar-terendah . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS, Jakarta — Teka-teki mengenai Upah Minimum Provinsi 2020, terjawab. Pasalnya, pemerintah, melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B--M/308/HI.01.00/X/2019 pada Kamis, 17 Oktober 2019, menetapkan penyesuaian Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020.

Berdasarkan SE tersebut, UMP 2020 mengalami penyesuaian 8,15 persen. Kenaikan itu berdasarkan data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai sarana menghitung upah minimum 2020. BPS menyebutkan, inflasi nasional sebesar 3,39 persen, dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen. 

Kementerian menyatakan, penetapan upah minimum itu harus sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78/2015 tentang Pengupahan. Selain itu, juga harus berdasarkan rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi. 

Berdasarkan butir kedua SE itu, gubernur menetapkan Upah Minimum Provinsi dengan memperhatikan rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi.

Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, mewajibkan pemerintah daerah menetapkan dan mengumumkan upah minimum provinsi (UMP) secara serentak pada 1 November 2019.

Bagi kepala daerah yang tidak melaksanakannya, mendapatkan sanksi administrasi berupa teguran tertulis menteri. Ada ancaman sanksi jika kepala daerah itu mengabaikannya. Bentuknya, menonaktifkan kepala daerah selama tiga bulan.

Berdasarkan data yang terhimpun, kenaikan UMP 2020 Jabar merupakan yang terendah jika perbandingannya dengan UMP 2019. Khusus Jabar, UMP 2020 bernilai Rp 1,8 juta.

Adalah Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta yang UMP 2020 tertinggi, yaitu, Rp 4.276.349. Tertinggi kedua yaitu Papua, senilai Rp 3.516.700. Kemudian, Sulawesi Utara yakni Rp 3.310.722. Lalu, Bangka Belitung, senilai Rp 3.230.022. Posisi kelima Papua Barat, Rp 3.184.225. 

Untuk UMP  2020, ada 5 provinsi yang menjadi daerah terendah.  Yaitu,  Yogyakarta sebesar Rp 1.704.607, Jateng sejumlah Rp 1.742.015, Jatim senilai Rp 1.768.777, Jabar bernominal Rp 1.810.350, dan Nusa Tenggara Barat senilai Rp 2.183.883.

Daftar UMK 2019 di Jabar 

1. Kab Karawang Rp4.234.010,27

2. Kota Bekasi Rp4.229.756,61

3. Kab Bekasi Rp4.146.126,18

4. Kota Depok Rp3.872.551,72

5. Kota Bogor Rp3.842.785,54

6  Kab Bogor Rp3.763.405,88

7. Kab Purwakarta Rp3.722.299,94

8. Kota Bandung Rp3.339.580,61

9. Kab Bandung Barat Rp2.898.744,63

10.Kab Sumedang Rp2.893.074,72

11.Kab Bandung Rp2.893.074, 71

12.Kota Cimahi Rp2.893.074,71

13.Kab Sukabumi Rp2.791.016,23

14.Kab Subang Rp2.732.899,70

15.Kab Cianjur Rp2.336.004,97

16.Kota Sukabumi Rp 2.331.752,50

17.Kab Indramayu Rp2.117.713,61

18.Kota Tasikmalaya Rp2.086.529,61

19.Kab Tasikmalaya Rp2.075.189,31

20.Kota Cirebon Rp2.045.422,24

21.Kab Cirebon Rp2.024.160,07

22.Kab Garut Rp1.807.285,69

23.Kab Majalengka Rp1.791.693,26

24.Kab Kuningan Rp1.734.994,34

25.Kab Ciamis Rp1.733.162,42

26.Kab Pangandaran Rp1.714.673,33

27.Kota Banjar Rp1.688.217,52


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar