Pemkot dan KPA Terus Genjot Sosialisasi Cegah Penularan HIV/AIDS

pemkot-dan-kpa-terus-genjot-sosialisasi-cegah-penularan-hivaids Sekretaris KPA Kota Bandung, Bambang Sukardi. (Tri Widiyantie/PINDAINEWS)

PINDAINEWS, Bandung - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung sampai Juni 2018 tercatat 2.709 kasus HIV dan 3.116 kasus Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Karena itu, pada Peringatan Hari AIDS 2019 bertajuk 'Communities Make The Difference' yang melibatkan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dapat menekan angka pertumbuhan HIV/AIDS di CFD Dago, Taman Cikapayang, Minggu (1/12/2019).

Gigi dan bagian dalam mulut menjadi kawasan utama dalam penularan HIV/AIDS. Hingga akhirnya, hal tersebut perlu menjadi perhatian untuk melakukan preventif dan kuratif.

Pada kesempatan yang sama Pemkot Bandung melalui KPA Kota Bandung  ikut terjun langsung mensosialiasikan pencegahan terhadap HIV/AIDS.

“Harus disosialisasaikan mulai umur 15-24 tahun atau mulai jenjang SMP. Itu perlu dimasifkan agar semua siswa memahami. Maka, Disdik (Dinas Pendidikan) harus memiliki perhatian khusus untuk pencegahan HIV AIDS itu dari anak SMP. Konseling mengenai reproduksi itu harus sering dilaksanakan," kata Sekretaris KPA Kota Bandung, Bambang Sukardi, pada acara Peringatan Hari Aids Sedunia 'Dokter Gigi Tanpa Stigma', di Taman Cikapayang, Jalan Ir H. Juanda, Minggu (1/12/2019).

Disamping itu, Pemkot dan KPA Kota Bandung, berupaya membentuk Community Organizer dan Forum Warga Peduli AIDS di 30 kecamatan. Bambang juga berharap lembaga pendidikan mengedukasi para siswa mengenai sejak dini. Hal itu diyakini bisa menekan penyebaran HIV/AIDS.

"Tujuannya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Oleh karena itu, harus mengejar 'Fast Track' di tahun 2020 yakni mengetahui statusnya, mendapatkan pengobatan dan mendapatkan pengobatan berkelanjutan hingga 'Undetected Virus'. Target ini perlu diimbangi dengan akses layanan kesehatan yang memadai diberbagai wilayah. Termasuk terus menggenjot sosialisasi di lembaga pendidikan," katanya.

Sementara itu, Ketua PDGI Pengurus Wilayah Jawa Barat, Irman Syiarudin menyampaikan, masyarakat peru memiliki pengetahuan tentang HIV. Hal itu untuk menormalisasikan sikap orang dan memahaminya peran petugas kesehatan gigi.  

"Dokter gigi berkomitmen penuh untuk melawan stigma dalam pengobatan pasien HIV/AIDS," tandasnya.

Editor: Daddy Mulyanto

Komentar