Kabar Sudah Berlakunya e-tilang, Diskominfo Nyatakan Itu Hoaks

kabar-sudah-berlakunya-e-tilang-diskominfo-nyatakan-itu-hoaks Kepala Seksi Managemen Perangkat Keras Diskominfo Kota Bandung, Furqon Hanafi (kiri). (Tri Widiyantie/PINDAINEWS)

PINDAINEWS, Bandung - Beredarnya informasi di media sosial terkait sudah berlakunya e-tilang electronic-traffic law enforcement/e-TLE) dan bisa diakses lewat aplikasi, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bandung menegaskan itu hoaks.

Hingga saat ini Diskominfo sendiri tengah menunggu instruksi pusat kapan e-tilang tersebut berlaku.

"Berita yang beredar tentang pelaksanaan e-tilang yang sudah bisa diakses itu hoaks dan belum berlaku, karena belum Ada arahan dari pusat," kata Kepala Seksi Managemen Perangkat Keras Diskominfo Kota Bandung, Furqon Hanafi di Balai Kota Bandung.

Terlebih, ia mengatakan Kota Bandung saat ini belum siap menerapkan e-tilang atau tilang elektronik. Karena penerapan sistem e-tilang harus didukung dengan teknologi yang canggih dan server yang mendukung.

Secara teknis, Furqon menjelaskan, harus menyediakan kamera cctv yang dapat mendeteksi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas, dan menyajikan data kendaraan secara otomatis berbasis Automatic Number Plate Recognition (ANPR).

"Selain itu, secara sistem juga dibutuhkan server yang bisa menyimpan data secara masif, juga mekanisme atau prosedur yang harus di lakukan seperti apa," terangnya.

Menurutnya, saat ini Diskominfo Kota Bandung sudah memiliki 227 kamera cctv yang tersebar di 88 titik, namun secara fungsi belum bisa membaca nomor kendaraan secara jelas. "Kalau untuk saat ini perlu ada persiapan, karena cctv sendiri yang sekarang harus ditingkatkan fungsinya. Harus ada alat, dan aplikasi untuk memantau," jelasnya.

Menurutnya, wacana penerapan e-tilang hingga saat ini masih menunggu kebijakan karena belum ada arahan untuk penerapan aturan tersebut. Namun pihaknya siap mengembangkan sistem yang dibutuhkan oleh e-tilang.

"Kalau misalkan ada kebijakan teknis terkait hal itu, ya kita harus menyesuaikan harus siap. Kebijakan belum ada, sehingga kita tidak bisa mengatakan siap atau tidak siap. Secara teknologi kita bisa kembangkan," tuturnya.

Kendati begitu, tahun 2020 ini Diskominfo Kota Bandung sudah mengembangkan teknologi intelligent video analytick, yaitu teknlogi yang mampu memantau secara otomatis.

"Kalau dari Diskominfo sendiri kita berfungsi sebagai supporting sistem saja, bagaimana cctv yang sudah kita kelola bisa di tingkatkan fungsinya menjadi lebih smart lagi, lebih intelegen lagi," ujarnya.

Dipaparkan Furqon, apabila hendak melakukan penerapan cctv e-tilang, sebaiknya dilakukan di sejumlah titik prioritas yang rawan pelanggaran. Seperti di perempatan, harus di pasang kamera cctv yang mencakup 4 arah.

Ia juga menambahkan, tahun ini tidak akan ada penambahan CCTV. Pihaknya fokus pada pemeliharaan dan pengambangan fasilitas yang ada.

"Karena dari CCTV yang ada tidak semuanya on, ketidakfungsian tersebut efek dari kondisi cuaca. Hujan angin sering membuat CCTV tidak berfungsi dengan baik. Karena itulah tahun ini kita fokus terhadap perawatan, pemeliharaan dan pengembangan CCTV yang kami miliki," tandasnya.

Editor: Daddy Mulyanto

Komentar