Besok, Jadwal Kereta Luar Biasa Berubah

besok-jadwal-kereta-luar-biasa-berubah Mulai besok, jadwal Kereta Luar Biasa berubah. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS, Bandung -- Terjadinya berbagai perkembangan situasi dan kondisi pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia, membuat berbagai korporasi melakukan penyesuaian agenda. Hal itu pun dilakukan PT PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).

Penyesuaian yang dilakukan PT KAI (Persero) itu di antaranya mengubah jadwal operasi Kereta Api Luar Biasa (KLB). Berdasarkan penyesuaian itu, PT KAI (Persero) mengoperasikan KLB setiap dua hari. 

"Penyesuaian itu mulai berlangsung 15 Mei 2020 atau besok," tandas Vice President Public Relation PT KAI (Persero), Joni Martinus, melalui keterangan resminya, Kamis (14/5/2020). 

Joni mengutarakan, pihaknyam melakukan penyesuaian jadwal berdasarkan perkembangan dan evaluasi setelah 2 hari pengoperasian KLB, yaitu 12 Mei 2020.

Dalam dua hari terakhir pengoperasian KLB, ungkap Joni, secara total, okupansinya tidak melebihi 10 persen. Secara jumlah, terang Joni, volume penumpang pengoperasian KLB periode 12-13 Mei 2020, pihaknya mengangkut sebanyak 148 penumpang.

Jumlah itu, jelasnya, terdiri atas 62 orang penumpang pada pertama, yakni Selasa (12/5/2020). Sedangkan pada Rabu (13/5/2020), lanjutnya, jumlah penumpang KLB sebanyak 86 orang.

Joni meneruskan, 15 Mei 2020, pihaknya hanya mengoperasikan KLB dari Surabaya setiap tanggal genap. Sedangkan dari arah Jakarta dan Bandung, tambahnya, jadwal operasionalnya setiap tanggal ganjil.

"Kami segera menghubungi para penumpang yang telah membeli tiket dan perjalanan KLB-nya mengalami pembatalantentang perubahan perjalanannya menjadi tanggal selanjutnya," kata Joni. 

Mantan Kepala Humas PT KAI (Persero) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung ini mengingatkan para penumpang supaya membuat surat izin yang diterbitkan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Namun, jelasnya, jika para penumpang memutuskan untuk membatalkan perjalanannya, pembatalannya dapat melalui aplikasi KAI Access atau langsung pada loket stasion. "Jangan khawatir, biaya tiket kami kembalikan 100 persen," tegas Joni.

Penyesuaian lainnya berkenaan dengan KLB, tukasnya, pihaknya pun mengurangi rangkaian kereta penumpang. Mulai 14 Mei 2020, seluruh KLB hanya berkapasitas 66 penumpang atau 50 persen total kapasitas. Itu karena, mulai 14 Mei 2020, lanjut Joni, pihaknya mengoperasikan masing-masing satu kereta eksekutif dan satu kereta ekonomi. 

Joni menegaskan, walaupun terjadi pengurangan, pihaknya tetap berkomitmen tetap melayani dan mengantarkan masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan sarana transportasi. Akan tetapi, sambungnya, hal itu tetap mengacu pada protokol pencegahan Covid-19 yang ketat.

Soal penolakan calon penumpang, Joni memaparkan, hingga Rabu (13/5/2020), berdasarkan rekomendasi tim Gugus Tugas Covid-19, pihaknya menolak 80 orang. "Penyebabnya, ke-80 orang itu tidak menyertakan persyaratan sesuai SE Gugus Tugas Covid-19," pungkasnya. 

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar