Akhir Pekan, Keperkasaan Rupiah Kian Mantap

akhir-pekan-keperkasaan-rupiah-kian-mantap Rupiah menguat 25 poin atau 0,17 persen pada Jumat (15/5/2020).. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS, Jakarta -- Ada isyarat, bahwa perekonomian nasional dan global menunjukkan tanda-tanda membaik. Hal itu terlihat pada keperkasaan rupiah akhir pekan ini.

Pada penutupan transaksi antar-bank, Jumat (15/5/2020) petang, rupiah menguat 25 poin atau 0,17 persen. Penguatan itu membuat rupiah berada pada posisi Rp 14.860 per dolar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, rupiah berada pada level Rp 14.885 per dolar AS.

Saat pembukaan transaksi, Jumat (15/5/20200 pagi, rupiah pun menguat. Saat itu, posisinya Rp 14.875 per dolar AS. Selama Jumat (15/5/2020), pergerakan rupiah berada pada kisaran Rp 14.860-Rp 14.903 per dolar AS.

Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada hari yang sama, rupiah berada pada level Rp 14.909 per dolar AS. Angkaitu lebih lemah daripada hari sebelumnya, yaitu Rp 14.946 per dolar AS.

"Pasar kembali bergairah karena adanya ekspektasi pelonggaran karantina wilayah atau lockdown di Eropa tidak menyebabkan kenaikan kasus penderita Covid-19," tandas Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi di Jakarta.

Sentimen lainnya, lanjut Ibrahim, mengacu pada rilis data yang dari China, output industri periode April 2020, laporannya meningkat 3,9 persen lebih besar daripada April 2019. Tentunya, kata dia, hal itu memberikan harapan, bahwa perekonomian global bisa segera bangkit.

Sentimen lainnya, bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), bersiap mengucurkan dana stimuluts tidak terbatas.  Bahkan, The Fed pun tidak berencana menerapkan suku bunga negatif.

Sentimen internal, tambahnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada April 2020, neraca perdagangan Indonesia defisit 350 juta dolar AS. Kondisi itu berbanding terbalik dengan periode Maret 2020 yang surplus 743 juta dolar AS.

"Meski demikian, secara akumulasi, periode Januari-April 2020, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar 2,25 miliar dolar AS," pungkas Ibrahim.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar