Di Jabar, Penjualan Beras Online pun Oke

di-jabar-penjualan-beras-online-pun-oke Di Jabar, penjualan beras secara online naik 100-200 persen.. (Adriansyah/PINDAINEWS)

PINDAINEWS, Bandung -- Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai wilayah, khususnya Jabar, menyebabkan banyak kalangan memilih berdiam dan beraktivitas di dalam rumah. Karenanya, cenderung terjadi pergeseran pola belanja, yang sebelumnya offline, menjadi online.

Perubahan pola itu, ternyata, berefek positif bagi sejumlah korporasi, termasuk perusahaan berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perum Bulog merasakan efek positif penerapan skema belanja online tersebut.

Buktinya, periode Januari-April 2020, penjualan online membuat Perum Bulog mencatat kenaikan penjualan beras yang signifikan. Pada periode itu, melalui skema online, secara nasional, penjualan beras Perum Bulog mengalami kenaikan 497 persen.

Bagaimana dengan Jabar? Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar, Benhur Ngkaimi, menyatakan, seperti halnya nasional, penjualan beras secara online di Jabar pun mengalami kenaikan. "Kenaikannya signifikan, 100-200 persen," tandas Benhur, Kamis (21/5/2020).

Benhur mengutarakan, sebelumnya, rata-rata omzet bernilai Rp 1,5-2 juta per hari. Akan tetapi, ujarnya, sejak 2-3 bulan terakhir, pihaknya memaksimalkan plattform iPangananDotcom. Hasilnya, jelas dia, positif. Buktinya, ungkap dia, omzet penjualan beras pun rata-rata, menjadi Rp 5-6 juta per hari.

Dia berpendapat, adanya iPangananDotcom memudahkan masyarakat untuk berbelanja demi memenuhi kebutuhannya. Terlebih, sambung dia, pada masa pandemi Covid-19, pemerintah memberlakukan PSBB. "iPangananDotcom lebih efektif dan efisien. Harga pun sangat kompetitif. Kami siap mengantarkan komoditas yang dipesan masyarakat," tutup Benhur.

BACA JUGA : 



Penjualan Beras Online Naik Berlipat-lipat Editor: Erwin Adriansyah

Komentar