Karena Ini Hino Terdampak Pengetatan Leasing

karena-ini-hino-terdampak-pengetatan-leasing PT HMSI merasakan efek pengetatan leasing.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS, Jakarta -- Demi menjaga stabilitas dan kondisi financial, pada masa pandemi Covid-19, korporasi-korporasi pembiayaan (leasing) melakukan sejumlah upaya. Di antaranya, pengetatan pembiayaan.

Tentu saja, hal itu berpengaruh pada kinerja bisnis industri-industri otomotif di Indonesia. PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), Agen Pemegang Merek (APM) Hino di Indonesia, merasakan efek pengetatan leasing

Chief Operating Officer (COO) PT HMSI, Santiko Wardoyo, mengakui bahwa pihaknya terdampak pengetatan leasing. Santiko menjelaskan, pengetatan korporasi pembiayaan selama Covid-19 bertujuan meminimalisir kredit macet. Akan tetapi, lanjutnya, hal itu berdampak pada bisnis kendaraan komersial.

Santiko mengungkapkan, 95 persen konsumen PT HMSI menerapkan skema pembelian secara kredit, baik via leasing maupun perbankan. Sedangkan 5 persen sisanya, lanjut dia, pembelian secara cash. "Dampak pengetatan leasing kami rasakan sangat berat," akunya. 

Pengetatan itu, jelasnya, melalui pola yang beragam. Misalnya, ucap dia, menetapkan Down Payment (DP) alias uang muka sebesar 30-40 persen harga jual. Melihat kondisi itu, Santiko menyatakan, khusus kendaraan komersial, pihaknya mengharapkan keringanan. 

"Tentang mobil komersial, berkaitan dengan ekonomi. Jadi, ini bukan bicara masalah emosional buying melainkan betul-betul rational buying," jelasnya. 

Santiko mengutarakan, pihaknya mencatat, bahwa volume penjualan berkurang 40 persen. Hal itu, kilah dia, sebagai efek wabah Covid-19. 


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar