Hari Ini, Rupiah Lunglai Lagi

hari-ini-rupiah-lunglai-lagi Hari ini, rupiah turun 45 poin menjadi Rp 14.175 per dolar AS.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS, Jakarta -- Setelah sempat menguat, hari ini, rupiah lunglai lagi. Pada penutupan transaksi antarbank, Kamis (26/6/2020) petang, rupiah drop 45 poin atau 0,32 persen.

Kondisi itu menyebabkan posisi rupiah menjadi Rp 14.175 per dolar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, rupiah berada pada level Rp 14.130 per dolar AS.

Pada pembukaan transaksi, Kamis (26/6/2020) pagi, sebenarnya, rupiah menguat. Saat itu, posisinya Rp 14.115 per dolar AS. Selama hari ini, pergerakan rupiah pada kisaran Rp 14.115-Rp 14.190 per dolar AS.

Pada hari yang sama, kurs tengah Bank Indonesia (BI) pun menunjukkan, rupiah melemah, yaitu menjadi Rp 14.231 per dolar AS. Hari sebelumnya, rupiah pada posisi Rp 14.160 per dolar AS.

"Kondisi ini akibat adanya kekhawatiran pasar terhadap potensi second wave pandemi Covid-19. Selain itu, juga akibat proyeksi negatif IMF (The International Moneter Fund)," tandas Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi. 

Ibrahim menuturkan, soal Covid-19, The World Health Organization (WHO) mencatat, jumlah pasien positif corona di dunia hingga 24 Juni 2020 sebanyak 9,13 juta orang.

Angka itu, jelasnya, bertambah  135.212 orang. Jumlah bertambahnya pasien positif Covid-19  itu lebih banyak daripada 23 Juni 2020, yaitu sebanyak 133.328 orang.

Bertambahnya kasus Covid-19, lanjut dia, menyebabkan sejumlah negara menerapkan lagi skema lockdown meski lingkupnya terbatas. 

Sebagai contoh, terangnya, tiga gubernur di negara bagian AS, New York, New Jersey, dan Connecticut, memerintahkan para pelancong asal sembilan negara bagian AS melakukan karantina selama 14 hari saat kedatangan. Hal itu, berkaitan dengan adanya sinyal bahwa kasus Covid-19 bertambah di bagian selatan dan barat Negeri Paman Sam.

Soal IMF, Ibarhim mengemukakan, organisasi itu memangkas proyeksi ekonomi global pada 2020. Koreksi tersebut, terangnya, karena IMF melihat kerusakan yang lebih dalam dan luas daripada perkiraan awal.

Prediksi IMF, ekonomi global drop 4,9 persen. Sedangkan April 2020, prediksinya, ekonomi dunia terkontraksi 3 persen.

Perkiraan IMF lainnya, lanjut dia, tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level angka negatif 0,3 persen. Akan tetapi, sambung dia, tahun berikutnya, produk domestik bruto (PDB) Indonesia, perkiraannya, tumbuh melebihi 6,1 persen.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar