Duuuh, Rupiah Masih Terus Terkulai

duuuh-rupiah-masih-terus-terkulai Pekan ini, rupiah lemah lagi. Posisinya Rp 14.220 per dolar AS.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS, Jakarta -- Pekan ini merupakan momentum yang sangat negatif bagi rupiah. Pasalnya, pada penutupan transaksi antarbank akhir pekan, Jumat (26/6/2020) petang, rupiah terkoreksi lagi 45 poin atau 0,32 persen.

Hal itu menyebabkan rupiah berada pada posisi Rp 14.220 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi rupiah sebelumnya yaitu Rp 14.175 per dolar AS.

Pada pembukaan transaksi, Jumat (26/6/2020) pagi, rupiah sempat tangguh, yakni pada posisi Rp 14.105 per dolar AS. Selama hari ini, rupiah bergerak pada level Rp 14.105-Rp 14.248 per dolar AS.

Hari yang sama, kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan bahwa rupiah melemah. Hari ini, posisinya Rp 14.239 per dolar AS. Hari sebelumnya, rupiah berada pada level Rp 14.231 per dolar AS.

"Lemahnya rupiah karena adanya tekanan pasar yang mengkhawatiran kenaikan wabah Covid-19. Perkembangan Covid-19 itu membuat pelaku pasar mencari dolar AS sebagai aset aman," tandas Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra.

Ariston menuturkan, hari ini, tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun pun melemah, yakni pada level 0,67 persen atau turun 2,6 persen. "Ini menunjukkan demand obligasi AS bertambah," ujarnya.

Ariston menjelaskan, memang, pagi ini, harga aset-aset berisiko, seperti indeks saham Asia dan nilai tukar emerging market, termasuk rupiah, sempat kokoh. Kondisi pagi ini tersebut, terangnya, mengikuti penguatan yang terjadi pada pasar keuangan AS pada Kamis (25/6/2020) malam.

"Pada pasar keuangan, masih terjadi tarik menarik antara sentimen pemulihan ekonomi, kekhawatiran kenaikan kasus, dan second wave pandemi Covid-19," tutupnya.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar