Permudah Pembayaran Pajak, bjb Punya Solusinya

permudah-pembayaran-pajak-bjb-punya-solusinya bjb DIGI, solusi bank bjb untuk bayar pajak.. (pindainews/ISTIMEWA)

PINDAINEWS, Bandung -- Salah satu hal yang kerap membuat banyak orang malas membayar pajak adalah karena mekanismenya yang kurang praktis. Para wajib pajak mesti mendatangi kantor pembayaran pajak dan berlama-lama mengantre sebelum menggugurkan kewajibannya. 

Karenanya, kebutuhan pelayanan pembayaran pajak yang praktis dan cepat menjadi sesuatu yang niscaya. Jika kebutuhan itu tak terfasilitasi, bukan tak mungkin, angka setoran pajak tergerus. 

Beberapa faktor yang berpengaruh pada penerimaan pajak tidak melulu mengacu pada kepatuhan wajib pajak. Akan tetapi, skema kemudahannya. Guna memenuhi kebutuhan itu, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb punya jurus dan solusinya.

"Agar memenuhi kebutuhan sekaligus memudahkan para wajib pajak, mutlak perlu adanya terobosan dan inovasi. Hal itu kami lakukan. Kami punya berbagai kanal pembayaran pajak melalui pemanfaatan teknologi digital dan elektronik, termasuk aplikasi transaksi digital bjb DIGI," tandas Vice President Corporate Secretary Division bank bjb, Widi Hartoto.

Widi menjelaskan, aplikasi bjb DIGI menyediakan beragam fitur pembayaran pajak. Antara lain, sebutnya, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), yang menjadi jenis pajak paling terkenal. Selain itu, kata dia, pengguna juga dapat memanfaatkan aplikasi bjb DIGI untuk pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan PJDL. 

Widi meneruskan, keandalan fasilitas pembayaran ini sudah teruji. Pihaknya, kata dia, merupakan perbankan pionir adanya skema pembayaran pajak di tanah air secara digital. "Satu contohnya, PKB online electronic Samsat (e-Samsat), yang kini, teradopsi secara nasional," tuturnya.

Pihaknya, lanjut Widi, punya track record sangat positif dalam hal inovasi pelayanan. Hal ini, tegasnya, merupakan komitmen jajarannya untuk senantiasa berinovasi demi menjawab tantangan zaman. Selain itu, sambungnya, juga untuk menyediakan solusi kebutuhan transaksi masyarakat. 

"Pengembangan aplikasi bjb DIGI untuk menunjang segala kebutuhan transaksi, termasuk setoran segala jenis pajak, secara digital. Ini bukti komitmen kami," kata Widi.

Melalui bjb DIGI, para wajib pajak tak perlu lagi repot-repot mendatangi kantor pajak untuk menuntaskan kewajibannya. Wajib pajak pun, ucapnya, bisa menghindari antrean yang dapat menghabiskan waktu berjam-jam. Kelebihan lainnya, terang dia, pembayaran pajak lewat bjb DIGI selama 24 jam.

"Langkah-langkahnya, para wajib pajak nasabah bank bjb tinggal membuka opsi pajak/retribusi dalam menu bjb bayar pada aplikasi bjb DIGI. Pada menu itu, terdapat opsi pembayaran PKB, PBB, BPHTB dan PJDL," seru Widi. 

Lalu, tambah dia, wajib pajak cukup  memasukkan data pada berkas pajak. Tidak hanya bjb DIGI, imbuhnya, para wajib pajak pun dapat menyetorkan pembayaran pajak melalui Anjung Tunai Mandiri (ATM), teller bank bjb, atau gerai moderen yang menjalin kerja sama. Khusus untuk PKB, wajib pajak dapat mencetak STNK pada kantor bank bjb, Samsat dan sejumlah Polsek.

Fasilitas pembayaran pajak via bjb DIGI ini bisa dimanfaatkan nasabah bank bjb secara maksimal. Pembayaran PKB via bjb DIGI dapat dinikmati seluruh nasabah secara nasional setelah terintegrasi dengan program Samsat Online Nasional (Samolnas) Mabes Polri. 

Pembayaran pajak lainnya, tukas Widi, bisa termanfaatkan di sejumlah provinsi yang kualitas pelayanannya prima. Pihaknya, cetus dia, terus memperluas pelayanan demi memberikan hal terbaik bagi nasabah sekaligus meningkatkan pendapatan daerah yang bersumber pada retribusi.

"Kami sadar dana pajak merupakan sumber pendapatan penting. Karena itu, kami terus melalukan berbagai upaya optimalisasi serapan pajak sebagai salah satu strategi akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Inovasi terbaik terus kami persembahkan agar senantiasa memanjakan nasabah sehingga mereka terdorong memanfaatkan fasilitas transaksi bank bjb secara optimal," papar dia.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar