Hari Ini, Rupiah Terkoreksi Lagi

hari-ini-rupiah-terkoreksi-lagi Hari ini, rupiah terkoreksi menjadi Rp 14.600 per dolar AS.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS, Jakarta -- Kabar yang menyatakan bahwa Bank Sentra Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang longgar, berdampak kurang positif pada rupiah.

Buktinya, pada penutupan transaksi antarbank, Kamis (30/7/2020) petang, rupiah terkoreksi 57 poin atau 0,4 persen. Kini, rupiah berada pada level Rp 14.600 per dolar AS. Posisi sebelumnya, Rp 14.543 per dolar AS.

Padahal, saat pembukaan transaksi tadi pagi, rupiah kokoh, yaitu pada posisi Rp 14.455 per dolar AS. Hari ini, rupiah bergerak pada level Rp 14.455-Rp 14.633 per dolar AS.

Terkoreksinya rupiah pun terlihat pada kurs tengah Bank Indonesia (BI). Hari ini, kurs tengah BI menunjukkan, rupiah drop menjadi Rp 14.653 per dolar AS. Hari sebelumnya, rupiah berada pada posisi Rp 14.570 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, berpendapat, beberapa hal yang menyebabkan rupiah terkoreksi hari ini. Satu di antaranya, indikasi The Fed yang mempertahankan kebijakan ultra longgar dalam waktu cukup lama sebagai efek Covid-19.

"Bagi pelaku pasar, kebijakan The Fed adalah hal wajar," tandas Ibrahim. 

Pada Kamis (30/7/2020) dinihari WIB, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya pada level 0-0,25 persen. Artinya, jelas Ibrahim, kebijakan itu bertahan cukup lama karena ekonomi AS masih belum bangkit. 

Memang, lanjutnya, The Fed melihat ekonomi mulai pulih. Akan tetapi, lanjutnya, kondisinya masih sangat jauh dari level sebelum wabah Covid-19.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar