Gedung Sate Lockdown, Ridwan Kamil Salat Id di Kabupaten Bekasi

gedung-sate-lockdown-ridwan-kamil-salat-id-di-kabupaten-bekasi Ridwan Kamil melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Jamie Al-Wathoniyah, Bekasi. (Humas Pemprov Jabar)

PINDAINEWS, Bekasi - Di tengah sorotan publik setelah adanya kasus COVID-19 di Gedung Sate Bandung, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan salat sunat Idul Adha 1441 H di Masjid Jamie Al-Wathoniyah, Desa Sukabudi Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jumat (31/7/2020).

Seperti diketahui, kawasan Gedung Sate yang merupakan pusat pemerintahan Jawa Barat ditutup sementara hingga 14 Agustus mendatang. Selain itu, dalam surat edaran yang ditandatangani Sekda Provinsi Jabar, Setiawan Wangsaatmaja, ASN maupun pegawai honorer yang bertugas di Gedung Sate diinstruksikan bekerja dari rumah.

Penutupan areal Gedung Sate, juga berimbas pada ditiadakannya salat Id di Lapangan Gasibu yang berada di seberang Gedung Sate. Kondisi ini juga terjadi pada saat momen Idul Fitri 2020, dimana salat Id di Lapangan Gasibu juga ditiadakan akibat pandemi COVID-19.

Salat sunat Idul Adha di Masjid Jamie Al-Wathoniyah, Desa Sukabudi Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, berlangsung khidmat dengan menerapkan protokol kesehatan pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun.

Dilansir rilis Humas Pemprov Jabar, Kang Emil menitipkan hewan kurban berupa satu ekor sapi yang diberi nama ‘Ade Rai'. Disebut demikian karena sapi tersebut memiliki otot menonjol seperti binaragawan legendaris Ade Rai.

Kang Emil mengapresiasi warga karena tetap disiplin menegakkan protokol kesehatan COVID-19.  Alhasil Jabar menjadi provinsi  dengan zona risiko rendah COVID-19 terbanyak di Indonesia.

"Apresiasi dari Pak Doni Monardo (Kepala BNPB), Jawa Barat adalah provinsi terbanyak zona risiko rendahnya, capai 88 persen. Tapi kuncinya adalah titip kedisiplinan masyarakat Kabupaten Bekasi, jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker," tutur Kang Emil.

Termasuk kepada warga Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi yang terkategori  zona hijau dengan jumlah nol kasus terkonfirmasi positif COVID-19. Kang Emil mengingatkan warga jangan terlena dengan status daerah itu. Karena jika kedisiplinan kendur maka bukan tidak mungkin muncul penularan.

Kang Emil juga berpesan kepada Pemkab  Bekasi agar menjaga batas alih fungsi lahan persawahan pada pembukaan kembali ekonomi di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Jaga tanah persawahan, jangan semuanya jadi industri. Pak Bupati sudah komitmen tadi, insyaallah supaya seimbang," katanya.

Sementara itu, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengajak masyarakat yang masih mampu secara ekonomi untuk berbagi daging kurban di momen Idul Adha ini. Menurutnya, Idul Adha di tengah pandemi COVID-19 merupakan momentum kerelaan hati dan berbagi kebahagiaan.

"Saya atas nama pemerintah Kabupaten Bekasi mengimbau kepada warga yang mampu dan ada niat memberikan bantuan hewan kurban, hendaknya momentum Idul Adha ini dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan menyalurkan  kepada yang berhak menerimanya," ujar Eka.

"Karena inti pengorbanan adalah kerelaan hati untuk berbagi kebahagiaan," sambungnya.

Editor: Mohamad Taufik

Komentar