Gegara Video karaoke, Pejabat Lurah pun Dipanggil

gegara-video-karaoke-pejabat-lurah-pun-dipanggil Kepala BKPP Kota Bandung, Yayan A. Brillyana.. (Trie Widiyantie/PindaiNews)

PINDAINEWS, Bandung -- Belum lama ini, publik dihebohkan oleh penayangan sebuah video yang menggambarkan beberapa orang, yang dugaannya, merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Dalam tayangan itu, sejumlah pria itu asyik berkaraoke.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Pindainews.com, dugaannya, aktivitas berkaraoke berlangsung di Aula Kelurahan Cigondewah Kidul, 31 Agustus 2020. Aktivitas itu berlangsung usai pelantikan pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) tingkat kelurahan.

Kabarnya, agenda pelantikan itu tuntas sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah itu, berlanjut pada acara berkaraoke. Kabarnya, para ASN karaoke itu untuk mengisi waktu karena Lurah Cigondewah Kidul kembali melaksanakan aktivitas di tempat itu.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Yayan A. Brillyana, menyesalkan terjadinya aktivitas karaoke itu, terlebih, saat ini, dalam kondisi pandemi Covid-19. "Seharusnya, para ASN itu menjadi contoh positif bagi masyarakat," tandas Yayan, di Kantor BKPP, Jalan Wastukancana, Senin (28/09/2020). 

Meski karaoke itu berlangsung di Aula Kelurahan Cigondewah Kidul dan tidak melibatkan pihak lain, pihaknya tetap berencana memanggil Lurah Cigondewah Kidul. 

"Jika terbukti terjadi pelanggaran, para ASN itu terkena sanksi Peraturan Wali Kota (Perwal) 37/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)," tegas Yayan.

Selain itu, lanjutnya, tidak tertutup kemungkinan, para ASN itu pun terkena sanksi lain, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Soal sanksi, Yayan mengatakan, bentuknya teguran dan administrasi. Mulai teguran lisan dan pencatatan kinerja, pengurangan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), bahkan penangguhan gaji.

Sebenarnya, ujar Yayan, jelas Yayan, aktivitas karaoke itu tidak melanggar aturan. Itu karena, jelasnya, aktivitas karaoke itu berlangsung tidak pada jam kerja. Tidak itu saja, aktivitas itu pun tidak melibatkan masyarakat banyak. 

Walau demikian, tambah Yayan, hal yang pihaknya sesalkan yaitu Lurah Cigondewah Kidul tidak mengingatkan para stafnya supaya tidak melakukan aktivitas yang ramai, seperti karaoke. 


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar