Dugaannya Jadi Kurir Narkotika, Polisi Ciduk Pelajar Puteri SMK

dugaannya-jadi-kurir-narkotika-polisi-ciduk-pelajar-puteri-smk Polres Cianjur perlihatkan barang bukti narkotika.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Meski wabah Covid-19 masih terjadi di Indonesia, ternyata, hal itu tidak menghalangi jajaran kepolisian untuk terus mengantisipasi beragam jenis aksi kejahatan, termasuk peredaran narkotika. Bukti terkini, jajaran Kepolisian Resor Cianjur meringkus enam orang bandar narkotika.

Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara melaporkan, narkotika yang diedarkan keenam bandar narkotika itu berjenis sabu sabu dan ganja. Penangkapan tersebut dilakukan jajaran Polres Cianjur di sejumlah wilayah.

Di antara keenam bandar itu, terdapat seorang gadis belia, yang masih tercatat sebagai pelajar puteri sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SKM) Jakarta. Pelajar puteri itu ditangkap kepolisian beserta barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,81 gram. Kabarnya, pelajar itu berperan sebagai kurir asal Jakarta.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai, Senin (28/9/2020), mengemukakan, penangkapan keenam orang pengedar narkoba itu berdasarkan informasi warga. "Enam tersangka tersebut yaitu AJ, RS, EM, LF, SP dan seorang gadis berinisial yang berperan sebagai kurir narkoba asal Jakarta," tandas Rifai.

Perwira menengah kepolisian ini mengutarakan, pihaknya menyita 71 gram sabu dan 1,2 kilogram ganja. Pihaknya, tegas dia, mengembangkan kasus tersebut.

Di antara keenam tersangka itu, Rifai menuturkan, RS menjadi sosok yang memiliki barang bukti sabu sabu terbanyak, yaitu  51 gram. Sedangkan barang bukti berupa ganja, lanjutnya, pihaknya menyitanya dari EM, yakni seberat 1,2 kilogram. 

"Mereka merupakan jaringan berbeda. Tapi, pengendaliannya sama, yaitu dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas)," tukas Rifai.

Pihaknya, tegas dia, menjerat para tersangka oleh pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) dan 111 ayat (2) UU RI No. 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya, 5-20 tahun penjara.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar