Korupsi RTH Kota Bandung, KPK Panggil Empat Saksi

korupsi-rth-kota-bandung-kpk-panggil-empat-saksi Soal dugaan korupsi RTH Kota Bandung, KPK panggil empat saksi.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Merebaknya dugaan korupsi pengadaan tanah Ruang Terbuka Hijau (RTH) 2012-2013 Kota Bandung membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami perkara itu. Beberapa waktu lalu, KPK memeriksa Wali Kota Bandung, Oded M Danial.

Yang terbaru, Selasa (29/9/2020), KPK memanggil empat saksi demi kepentingan penyidikan dugaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada diwartakan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, mengutarakan, hari ini, pihaknya menjadwalkan agenda pemeriksaan empat saksi untuk tersangka DS (Dadang Suganda), yang berprofesi sebagai wiraswasta.

Fikri Ali menyebutkan, keempat saksi tersebut antara lain, pensiunan karyawan sebuah korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Nanang Rachmat. Kemudian, pegawai Hong Kong & Shanhai Banking Corporation (HSBC), Riko Aditya.

Lalu, seorang ibu rumah tangga, Elly Harimurtini. Terakhir, mantan Kepala Seksi Sertifikasi dan Dokumentasi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Hermawan.

"Pemanggilan para saksi itu untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Dadang, yang resmi menjadi tersangka pada 21 November 2019" tandas Fikri Ali.

Dalam proses pengadaan tanah RTH itu, Pemkot Bandung tidak membelinya secara langsung kepada pemilik tanah. Akan tetapi, dugaannya, menggunakan makelar, yaitu Anggota DPRD Kota Bandung periode 2009–2014, Kadar Slamet, dan Dadang Suganda.

Proses pengadaan melalui Dadang Suganda, selaku perantara, terjadi karena kedekatannya dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Bandung saat itu, Edi Siswadi, yang menerima vonis bersalah atas perkara suap hakim tentang penanganan perkara korupsi bantuan sosial (bansos) Pemkot Bandung. 

Saat itu, Edi Siswadi memerintahkan Kepala DPAKD Kota Bandung, yang saat itu dijabat Herry Nurhayat, untuk membantu Dadang Suganda dalam proses pengadaan tanah itu. Selanjutnya, Dadang Suganda membeli tanah kepada sejumlah pemilik atau ahli waris lahan di Kota Bandung. yang nilainya lebih rendah daripada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) setempat. 

Setelah lahan tersedia, Pemkot Bandung membayarkan Rp 43,65 miliar kepada Dadang Suganda. Namun, Dadang Suganda hanya menyerahkan Rp 13,5 miliar kepada pemilik tanah.

Kuat dugaan, Dadang Suganda memperkaya pribadinya sekitar Rp 30 miliar. Sebagian uang itu, sekitar Rp10 miliar, dia berikan kepada Edi Siswadi, yang akhirnya dia gunakan untuk menyuap hakim perkara bansos di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bandung.

Dalam kasus itu, KPK menyita 64 bidang lahan dan bangunan. Selain itu, dua unit mobil milik Dadang Suganda pun disita KPK.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar