Turki Bantah Kirim Pasukan Bantu Azerbaijan Melawan Armenia

turki-bantah-kirim-pasukan-bantu-azerbaijan-melawan-armenia Ilustrasi. (Net)

PINDAINEWS - Pemerintah Turki pada Rabu (29/9/2020) waktu setempat, membantah laporan bahwa pihaknya mengirim petempur Suriah untuk membantu sekutunya Azerbaijan melawan pasukan Armenia terkait wilayah Nagorno-Karabakh.

Turki menyebut tudingan tersebut sebagai bagian dari upaya Armenia untuk membuat "propaganda kelam" mengenai Turki.

Pada Senin (28/9/2020) lalu, Duta Besar Armenia untuk Rusia mengatakan Turki telah menerjunkan sekitar 4.000 petempur dari Suriah utara, yang dikendalikan oleh Turki, ke Azerbaijan dan bahwa mereka terlibat dalam permusuhan di Nagorno-Karabakh.

Dua kombatan Suriah juga mengatakan kepada Reuters bahwa Ankara sedang mengirim petempur dari kelompok yang bersekutu dengan Turki di Suriah utara untuk mendukung Azerbaijan.

Puluhan orang dilaporkan tewas dan ratusan orang lainnya terluka semenjak bentrokan pasukan Azerbaijan dan Armenia meletus pada Minggu dalam perang kawasan terparah sejak 1990an. Pada Selasa Armenia menuding Turki menembak jatuh pesawat tempur Armenia, tudingan yang dibantah oleh Ankara maupun Baku.

Juru bicara Partai AP pimpinan Presiden Turki Tayyip Erdogan, Omer Celik, menepis semua laporan tersebut.

"Tuduhan bahwa Turki menembak jatuh pesawat tempur tidak benar, itu bohong. Seperti tuduhan bahwa Turki mengirim petempur ke wilayah tersebut. Kedua tuduhan itu bohong," kata Celik saat konferensi pers di Ankara.

Ia menambahkan bahwa Yerevan membuat pernyataan tersebut "untuk menutupi permusuhan mereka sendiri, dan berupaya menciptakan payung propaganda kelam mengenai Turki."

Turki menjanjikan dukungan penuh untuk etnik Turki Azerbaijan dan menuduh Armenia menduduki lahan Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh, yang berada di Azerbaijan namun dikuasai oleh etnik Armenia dengan dukungan Yerevan.

Pada Selasa (28/9/2020), Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa Turki bersama dengan Azerbaijan "di meja perundingan dan di lapangan."

Editor: redaktur

Komentar