Cari Titik Temu, Pengurus Pusat PWI Datangi Mabes Polri

cari-titik-temu-pengurus-pusat-pwi-datangi-mabes-polri pengurus pusat PWI kunjungi mabes polri terkait kekerasan yang masih dialami wartawan saat bertugas. (antaranews.com)

PINDAINEWS.— Kekerasan masih dikerap dialami oleh wartawan saat melakukan tugas jurnalistis, seperti saat peliputan aksi unjuk menolak Undang Undang Cipta Kerja yang berlansung di sejumlah kota besar. 

Atas dasar itulah, jajaran Pengurus Pusat PWI mendatangi Mabes Polri untuk membicarakan dan mencari solusi terbaik agar kejadian tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari.

Dilansir dari LKBN ANTARA, Ketua PWI Pusat Atal S Depari mengatakan tujuan pertemuan tersebut adalah untuk membahas keselamatan wartawan saat meliput aksi demonstrasi di lapangan, serta mencegah terjadinya kekerasan terhadap para wartawan oleh aparat penegak hukum ke depannya.

"Hal itu terkait dengan masih adanya wartawan yang mengalami kekerasan saat meliput aksi demonstrasi menolak UU Ciptaker, Kamis 8 Oktober 2020 lalu," kata Atal. Selasa 13 Oktober 2020.

Atal, didampingi Sekretaris Jenderal PWI Pusat Mirza Zulhadi dan Sekretaris PWI Jakarta Raya (Jaya), Naek Pangaribuan diterima langsung oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadivhumas) Polri, Inspektur Jenderal Polisi Argo Yuwono.

Hasil dari pertemuan itu, disepakati bahwa Polri akan kembali mensosialisasikan ke aparat di lapangan bahwa kerja wartawan dilindungi Undang-Undang dan tidak boleh mengalami kekerasan serta intimidasi.

Meskipun sebenarnya hal itu sudah seringkali diinstruksikan kepada aparat di lapangan.

"Artinya, Polri juga wajib melindungi wartawan yang bekerja saat meliput aksi demonstrasi di lapangan," kata Argo.

Menurut Argo, Polri ingin wartawan di lapangan juga dilengkapi dengan tanda pengenal dan kartu identitas yang jelas.

"Karenanya ke depan kami akan membuat rompi khusus bagi wartawan di lapangan, agar dapat dikenali petugas. Sehingga tidak terjadi kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan," ujar Argo.

Untuk penyediaan rompi bagi wartawan itu, kata Argo, akan dimulai nantinya bagi para wartawan di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dan disusul oleh kota-kota besar lain di Indonesia.


Editor: DARMO SURYO

Komentar