Dugaan Hendak Rusuh, Polisi Tangkap Pengunjuk Rasa

dugaan-hendak-rusuh-polisi-tangkap-pengunjuk-rasa Sebanyak 12 ribu personil bersiaga antisipasi demo di Istana Merdeka.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Demi menjaga kondusivitas, utamanya, di kawasan Istana Merdeka, aparat keamanan, yang terdiri atas unsur gabungan, yakni Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khsuusnya, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dan Tentara Nasional Indonesia, terus bersiaga. 

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, hari ini, sebanyak 12 ribu personil TNI-Polri bersiaga penuh. Para petugas keamanan itu tidak hanya bersiaga di kawasan Istana Merdeka. 

"Tapi, juga bersiaga pada beberapa titik lainnya, seperti sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), dan sejumlah sentra ekonomi, termasuk pusat-pusat pertokoan," tandas Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Yusri Yunus.

Berkat kesiapsiagaan itu pula, pada hari yang sama, ungkap Yunus, pihaknya pun meringkus seorang pengunjuk rasa, yang dugaannya, hendak berbuat rusuh saat aksi unjuk rasa di Istana Merdeka. Yusri mengemukakan, pengunjuk rasa yang pihaknya ringkus adalah asal Banten.

Dasar penangakapan itu, jelasnya, ketika memeriksa terduga, pihaknya menemukan katapel di dalam tasnya. Saat ditangkap petugas, tutur Yusri, pemuda itu mengenakan atribut berunjuk rasa. "Tapi, dugaannya, pemuda ini mengindikasikan hendak berbuat rusuh," tukasnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menelusuri dan menyelidiki pemuda tersebut. Namun, kata Yusri, berdasarkan pengamatan, pihaknya memperkirakan, pemuda itu masih di bawah umur. 

"Pemuda itu mengaku asal Banten. Keberadaannya di Jakarta bersama beberapa kawannya untuk berunjuk rasa," tutupnya.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar