Rupiah Lunglai Lagi, Ini Salah Satu Penyebabnya

rupiah-lunglai-lagi-ini-salah-satu-penyebabnya Hari ini, rupiah drop 25 poin menjadi Rp 14.725 per dolar AS.. (ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Dalam beberapa hari terakhir, kondisi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tetap perkasa. Namun, hari ini, kondisinya berbeda.

Pada penutupan transaksi antarbank, Selasa (13/10/2020) petang, rupiah merosot 25 poin atau 0,17 persen. Posisinya menjadi Rp 14.725 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah berada pada level Rp 14.700 per dolar AS.

Padahal, ketika pembukaan transaksi berlangsung tadi pagi, posisi rupiah kuat, yaitu Rp 14.695 per dolar AS. Hari ini, pergerakan rupiah berada pada level Rp 14.695-Rp 14.747 per dolar AS.

Lunglainya rupiah hari ini pun terjadi pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), yaitu menjadi Rp14.793 per dolar AS. Hari sebelumnya, posisi rupiah yaitu Rp 14.746 per dolar AS.

Kepada Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, berpendapat, ada beberapa sentimen, baik domestik, maupun global, yang menyebabkan rupiah tidak berdaya pada hari ini.

Dia berpandangan, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 12-13 Oktober 2020, yaitu mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 4 persen untuk keempat kalinya secara berturut-turut, menjadi satu di antaranya.

Hal lainnya, aksi unjuk rasa Undang Undang (UU) Cipta Kerja pun cukup berdampak. Pasar berharap, UU Cipta Kerja berdampak positif bagi perkembangan ekonomi pada masa mendatang.

Sedangkan sentimen eksternal, lanjutnya, investor mengharapkan adanya upaya-upaya stimulus AS yang besar guna menopang ekonomi yang terlanda Covid-19, pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 3 November 2020. 


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar