122 Tempat Hiburan Di Bandung Mulai Buka

122-tempat-hiburan-di-bandung-mulai-buka ilustrasi tempat hiburan malem di kota bandung mulai buka kembali. (antaranews.com)

PINDAINEWS, Bandung -- Sebanyak 122 tempat hiburan dari total 232 di Kota Bandung, diantaranya karaoke telah mengajukan permohonan relaksasi dan telah diizinkan beroperasi.

Terkait dengan hal itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bandung mengungkapkan Sebelum direlaksasi, tim melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerapan protokol kesehatan.

"Jumlah tempat hiburan ada 232 yang sudah direlaksasi 122, kami melakukan relaksasi apabila ada permohonan dari jasa usaha pariwisata lalu kita lakukan monev dan mereka benar bersedia melaksanakan protokol kesehatan dibuktikan surat pernyataan," ujar Kasi Destinasi Wisata Disbudpar Kota Bandung, Faisal Tachir, diBalai Kota Bandung, Rabu (14/10/2020).

Ia juga mengatakan, pihaknya mengeluarkan rekomendasi yang sebelumnya telah disampaikan ke gugus tugas penanganan covid-19, hingga akhirnya memberikan persetujuan. Beberapa tempat masih belum dapat relaksasi seperti arena bermain anak, spa dan panti pijat.

Kendati telah dilakukan relaksasi, Ia mengatakan, kunjungan wisatawan ke tempat hiburan di Kota Bandung pasca direlaksasi masih sedikit. Bahkan, pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan oleh Jakarta beberapa waktu lalu menjadi salah satu dampak masih sepinya tempat hiburan di Bandung.

"Salah satu contoh di karaoke ada 14 room yang boleh dipakai 7 room dan dari tujuh ini sekitar 3 room yang ada pengunjung. Itu pluktuatif apalagi PSBB kemarin di Jakarta imbasnya baik hotel dan tempat hiburan masih sepi," paparnya.

Ia menyampaikan rata-rata kunjungan wisatawan ke Kota Bandung khususnya ke hotel berada di angka 20-40 persen sedangkan tempat hiburan dibawah 10 persen. Sejauh ini katanya, belum terdapat tempat hiburan yang ditutup karena melakukan pelanggaran namun baru sebatas teguran.

Lebih lanjut Faisal menambahkan, tahun 2020 yang tersisa dua bulan pihaknya akan berupaya melakukan mitigasi agar industri pariwisata terus berkembang di Bandung, "Pada 2021 akan dilakukan upaya pemulihan dan perbaikan," tandasnya.

Editor: DARMO SURYO

Komentar