Belanda Siap Kembalikan Benda-benda Bersejarah kepada Indonesia

belanda-siap-kembalikan-benda-benda-bersejarah-kepada-indonesia Belanda siap kembalikan benda bersejarah kepada Indonesia.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Sebagai bangsa yang besar dan agung, sejatinya, Indonesia memiliki banyak peninggalan bersejarah, bukan hanya situs, melainkan benda-benda purbakala lainnya. Sayangnya, hingga kini, banyak benda bersejarah yang raib.

Bebarapa di antaranya, menjadi barang rampasan, yakni, ketika pada masa pendudukan Belanda. Namun, bangsa ini bisa bernafas lega.

Pasalnya, beredar kabar, Pemerintah Belanda siap siap melacak pemilik ribuan benda bersejarah yang merupakan barang rampas dari daerah atau negara bekas jajahan mereka. Tidak hanya melacak, Pemerintah Negeri Bunga Tulip pun menyatakan kesiapannya untuk mengembalikan benda-benda peninggalan itu kepada para pemiliknya, termasuk Indonesia.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Museum Nasional Belanda, Rijksmuseum, Selasa (13/10/2020) waktu setempat, menyatakan, di museum itu, terdapat sekitar 4.000 koleksi yang punya hubungan jelas dengan sejarah kolonial kerajaan, yang berlangsung sekitar 300 tahun, yakni sejak pertengahan abad ke-17. 

Saat itu, Belanda menguasai beberapa negara, yang pusat kolonialismenya berada di Asia Tenggara dan Karibia. Namun, Rijksmuseum mengakui bukan perkara mudah untuk menemukan para pemilik sah benda bersejarah itu.

Di antara beberapa benda bersejarah itu, terdapat berlian asal Kesultanan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang dirampas pemerintah koloial Belanda 1875. Selain itu, juga terdapat sebuah meriam yang pada masanya berfungsi untuk menyambut kedatangan raja di Sri Lanka.

Komisi independen Belanda berpendapat, secara historis, putusan pemerintah Negeri Kincir Angun untuk menyimpan benda bersejarah hasil rampasan era kolonial merupakan hal yang salah dan keliru.

Rencananya, Belanda membentuk pusat penelitian independen sebagai pusat data karya seni zaman kolonial. Artinya, pusat penelitian itu memuat asal benda serta bagaimana cara memperoleh karya-karya itu. 

Berlian 36 karat milik Kesultanan Banjarmasin contohnya. Pasca kemerdekaan Indonesia, 1945, banyak perubahan yang terjadi, baik di Bumi Khatulistiwa maupun Belanda. Tentunya, kondisi itu menyulitkan proses pengembaliannya.

Apakah pengembaliannya oleh Pemerintah Belanda kepada keturunan Sultan Banjarmasin atau Pemerintah Indonesia. Lalu, pihak mana yang paling berhak untuk membahas masalah ini, pemerintah Indonesia atau keturunan Sultan Banjarmasin?

Putusan Belanda mengembalikan benda hasil penjarahan itu juga dilakukan Jerman dan Prancis. Upaya pengembalian barang hasil rampasan mulai berlangsung sejak terbitnya Perjanjian Prinsip-Prinsip Washington pada 1998.

Berdasarkan perjanjian itu, setiap negara memungkinkan barang-barang hasil rampasan Nazi selama Perang Dunia II, Jerman serahkan lagi kepada keturunan etnis Yahudi.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar