INKA Garap Proyek Bernilai Raksasa di Kongo

inka-garap-proyek-bernilai-raksasa-di-kongo Salah satu kereta produk PT INKA.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Menjalin kerja sama menjadi sebuah opsi yang efektif untuk menjaga sekaligus meningkatkan performda serta kinerja bisnis. Hal itu ditempuh korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Industri Nasional Kereta Api (INKA) (Persero).

Hari ini, Rabu (14/10/2020), secara resmi, PT INKA (Persero) bersepakat dengan Pemerintah Republik Demokratik Kongo. Proyek bernilai 11 miliar dolar AS ini  produksi kebutuhan transportasi kereta. Saat ini, Kongo memang mengembangkan sistem transportasi kereta.

Direktur PT INKA (Persero), Budi Noviantoro, mengungkapkan, proyek pekerjaan dengan Kongo itu berbentuk pemenuhan transportasi kereta. "Antara lain, pengerjaan kereta, kereta barang, termasuk kereta rel listrik (KRL)," tandas Budi kepada Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Rabu (14/10/2020).

Budi mengemukakan, proyek kerja sama dengan Kongo ini bernilai 11 miliar dollar Amerika Serikat (AS). Rencananya, tutur Budi, pengerjaannya diawali oleh Fase 1, yang bergulir 2021. Targetnya, cetus dia, tuntas pada 2025. "Fase I panjangnya 580 kilometer. Fase ini mencakup proyek kereta api Kinsasha Urban Loop Line, yaitu transportasi daerah perkotaan. Lalu berlanjut pada jalur Kinsasha-Matadi Port-Banana Port," jelas Budi.

Usai menuntaskan fase I, sambungnya, pihaknya melanjutkan pada sesi selanjutnya. Secara total, kata dia, pengerjaan proyek perkeretaan di Kongo mencapai 4.100 kilometer. Jalur itu terbentang dari utara ke selatan Kongo.

Kerja sama itu membuat pihaknya menjadi project developer perkeretaapian dan intermoda di Kongo. Berkenaan dengan hal itu, ujarnya, pihaknya menyuplai lokomotif, gerbong barang, KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik), dan KRL (Kereta Rel Listrik). 

Ternyata, penandatanganan itu pun tidak hanya oleh PT INKA (Persero). Beberapa industri strategis BUMN lainnya pun turut meneken kerja sama itu. Yakni, PT Len Industri (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).

"Proyek transportasi kereta beserta infrasrukturnya ini merupakan bagian sinergi lima BUMN dengan TSG Global Holdings, yang tertuang dalam kesepakatan bersama, "Master Framework Joint Development Agreement" (MFJDA) dengan Democratic Republic of the Congo. Tindak lanjut kesepakatan itu yakni adanya kesepakatan "Master Implementation Joint Development Agreement" (MIDA)," papar dia.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar