Di Jabar, Belasan Dokter Gugur Akibat Covid-19

di-jabar-belasan-dokter-gugur-akibat-covid-19 Di Jabar, sebanyak 12 dokter meninggal karena Covid-19.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Pada masa pandemi Covid-19, tim medis merupakan garda terdepan dalam menanggulangi wabah virus mematikan itu. Tidak heran, banyak tim medis yang akhirnya tidak kuasa menahan ganasnya efek Covid-19.

Di Indonesia, berdasarkan data Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), jumlah tim medis, khususnya, dokter, yang gugur akibat Covid-19 berjumlah ratusan orang. Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, data terkini Tim Mitigasi PB IDI menunjukkan, secara total, jumlah dokter yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 136 orang.

PB IDI, melalui keterangan resminya, Kamis (15/10/2020), menyatakan, seluruh dokter yang meninggal dunia itu terdiri atas 69 orang dokter umum, termasuk empat guru besar. Kemudian, 63 orang dokter spesialis, termasuk lima guru besar. Lalu, dokter spesialis yang menjalani tugas penempatan.

Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Dr Ari Kusuma Januarto SpOG(K) mengemukakan, para dokter yang meninggal dunia akibat infeksi virus corona tercatat asal berbagai daerah. Tercatat, dokter yang meninggal akibat Covid-19, terbanyak di Jatim, yakni 32 orang.

Kemudian, sambungnya, Sumatera Utara sebanyak 23 orang. Lalu, lanjut dia, Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta sejumlah 19 orang.

Selanjutnya, 12 orang doker meninggal di Jabar. Berikutnya, di Jateng, yaitu 9 orang, Sulawesi Selatan sebanyak 6 orang, dab Bali sejumlah 5 orang, Sedangkan di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh, masing-masing, terdapat 4 orang dokter yang meninggal akibat Covid-19.

"Di lima provinsi lainnya, yaitu Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Utara, dan Banten, jumlah dokter yang meninggal sama, yaitu masing-masing 2 orang. Di Papua Barat, seorang dokter meninggal karena Covid-19," paparnya.

Dia meneruskan, dalam satu pekan terakhir, empat dokter meninggal dunia akibat infeksi SARS-CoV-2, yakni virus corona penyebab Covid-19. "Kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan akibat Covid-19 masih terjadi. Kondisinya kian mengkhawatirkan," lirihnya.

Karena itu, tegas Ari Kusuma Januarto, perlu adanya kerja sama menyeluruh baik antara pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. Hal itu, katanya, tidak hanya meminimalisir dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, tetapi juga menjag

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar