Jabar Punya Tiga Budaya, Apa Saja Versi Ridwan Kamil?

jabar-punya-tiga-budaya-apa-saja-versi-ridwan-kamil Tari Topeng, salah satu budaya Sunda.. (antaranews.com)

PINDAINEWS, Bandung - Hingga kini, Jabar memiliki banyak keragaman, kekuatan, dan potensi yang luar biasa. Satu di antaranya, dalam hal kultur dan budaya.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, berpendapat, Jabar memiliki tiga kultur budaya yang bercampur. "Yaitu, Sunda Parhiangan, Sunda Cirebonan yang bahasanya Jawa-Sunda, dan Sunda Betawian," tandas Emil, sapaan akrabnya, tentang wacana sejumlah tokoh Sunda yang ingin mengembalikan nama Provinsi Jabar menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda.

Melihat kondisi itu, Emil mengatakan, perlu adanya kesepakatan tentang Sunda. Dia berpendapat, harus ada kesepahaman, dan kesepakatan tentang kata 'Sunda. Berapa persen warga Jabar wilayah Cirebon dan Betawi yang memahami kata itu.

Pihaknya, sambung dia, secara fundamental, juga harus melihat dan memperhatikan pemilihan Jabar sebagai nama provinsi, bukan karena berada di bagian barat Jawa. Soalnya, terang dia, ujung barat Jawa adalah Banten.

Karenanya, tegas dia, apabila Jabar menjadi Tatar Sunda, tentunya harus dipahami dan disepakati warga Jabar di Cirebonan dan daerah Betawi. 

Sejatinya, ungkap Emil, Sunda bukan hanya etnis Jawa bagian barat. Sunda, jelasnya, merupakan wilayah geografis. "Yaitu,  Sunda Besar, yang cakupannya Sumatera, Kalimantan, dan Jawa, bahkan Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Kamboja. Lalu, Sunda Kecil, meliputi Bali, Nusa Tenggara, dan beberapa daerah di sekitarnya. Tapi, seiring perkembangannya, Sunda menjadi sebuah etnis. Hal ini yang belum disepakati dan dipahami banyak kalangan," tutupnya.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar