Soal Opsi Dua Wilayah, Ini Komentar Kubu Maung Bandung

soal-opsi-dua-wilayah-ini-komentar-kubu-maung-bandung Juru taktik Pangeran Biru, Robert Rene Alberts.. (antaranews.com)

PINDAINEWS, Bandung -- Belum lama ini, beredar kabar bahwa Pengurus Besar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mewacanakan format baru kompetisi sepak bola kasta tertinggi di tanah air. Rumornya, format itu menerapkan dua wilayah, seperti ketika era Kompetisi Perserikatan.

Nelalui laman resminya, menanggapi isu kompetisi dua wilayah, arsitek Persib, Robert Rene Alberts, meminta PSSI dan PT Liga Indonesia Baru cermat memutuskan sebuah kebijakan, termasuk format dua wilayah. 

Sang Meneer berpendapat, jika kompetisi bergulir menjadi format dua wilayah, hal itu bisa membingungkan. Armadanya yang meraih angka penuh pada tiga laga awal, sangat tidak ingin kehilangan poin secara sia-sia apabila format dua wilayah positif bergulir.

"Sebaiknya, PSSI dan PT LIB bijaksana merancang format lanjutan liga. Selain itu, tidak merugikan klub-klub. Banyak yang menjadi pemikiran dan pertimbangan. Soalnya, apabila Liga 1 Indonesia bergulir dalam format baru, tentunya, semuanya bisa berubah," papar Rene Alberts.

Memang, PSSI dan perwakilan-perwakilan klub bertemu dan membahas masa depan Liga 1 Indonesia. Sayangnya, hasil pertemuan itu tidak ada putusan apa pun. Yang ada hanya harapan kompetisi bergulir lagi. Karenanya, hingga kini, kelanjutan Liga 1 Indonesia masih belum jelas. 

Ada tiga opsi yang bisa dilakukan PSSI dan PT LIB untuk menggulirkan lagi Liga 1 Indonesia. Yaitu, menggulirkannya lagi selama 1 November 2020-Maret 2021. Opsi kedua, jika tidak ada izin untuk memulai kompetisi pada 1 November 2020, berdasarkan aspirasi klub-klub, PSSI menyiapkan skema baru, yaitu 1 Desember 2020.

Opsi ketiga, seandainya kompetisi bergulir 1 Januari 2020, ada wacana, formatnya berubah menjadi dua wilayah. Hal itu berdasarkan keterbatasan waktu. Itu karena periode Mei-Juni 2021, Indonesia menjadi host World Cup U-20.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar