9 Pajak Kota Bandung Mengalami Penurun Drastis di Masa Pandemi

9-pajak-kota-bandung-mengalami-penurun-drastis-di-masa-pandemi Produk Kreatif Bandung Tembus Hingga Selandia Baru. (Trie Widiyantie/PindaiNews)

PINDAINEWS, Bandung -- Dari sembilan jenis pajak yang dikelola BPPBD, hampir semuanya mengalami penurunan selama pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan
Sekertaris Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung, Gungun Sumaryana.

"Kewenangan BPPD mengelola pajak, mulai dari hotel, restoran, hiburan, parkir, penerangan jalan, BPHTB, PBB, Reklame dan Pajak Air Tanah.
Semuanya terdampak, cuma memang penerangan jalan tidak terlalu (terdampak)," ujar Gungun, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (16/10/2020).

Dijelaskannya, ada beberapa jenis pajak yang pendapatannya mulai naik seperti cafe dan restoran. Namun, pada kondisi normal, pendapatan pajak dari tempat makan itu bisa mencapai Rp. 30 Miliar per bulan.

"Ketika pandemi turun menjadi Rp. 10 Miliar, tapi sekarang sudah kembali naik ke angka Rp. 15 Miliar lagi per bulan, mudah-mudahan ini terus naik," katanya.

Disampaikannya, BPPD menargetkan pendapatan dari pajak Rp. 2,7 Triliun. Akan tetapi, karena pandemi targetnya pun diturunkan menjadi Rp. 1,7 Triliun. Hingga Rabu 14 Oktober 2020, BPPD baru mengumpulkan Rp. 1,1 Triliunz

"Perolehan pajak sampai dengan Oktober perhari kemarin, sudah mencapai Rp. 1,1 Triliun dari target sekarang itu Rp. 1,7 Triliun, jadi memang ini ada penurunan dan sangat berdampak signifikan dari pandemi Covid-19 ini," imbuhnya.

Kendati demikian, Gungun mengaku optimistis mengejar sisa pendapatan pajak agar mencapai target diakhir tahun 2020. Sebab, saat ini secara bertahap sumber pajak sudah kembali aktif.

"Kita harus optimistis mengejar target, karena sekarang tempat-tempat sudah mulai aktif lagi, kita pun akan melakukan koordinasi intens dengan para notaris agar mengimbau warga melakukan peralihan haknya yakni Tanah dan bangunan, agar dipercepat supaya menjadi capaian target," tandasnya.

Editor: DARMO SURYO

Komentar