Kemensos Segera Sahkan Peraturan Asistensi Rehabilitas Sosial

kemensos-segera-sahkan-peraturan-asistensi-rehabilitas-sosial Ilustrasi Peraturan Menteri Sosial tentang Asistensi Rehabilitasi Sosial. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam waktu dekat ini berencana akan menandatangani Peraturan Menteri Sosial (Permensos) tentang Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Bahkan saat ini sudah masuk dalam tahap harmonisasi.

Hal itu seperti diutarakan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat dalam siaran pers yang dilansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Sabtu (17/10/2020).

"Permensos tentang ATENSI tinggal selangkah lagi untuk ditandatangani. Permensos tersebut merupakan penyederhanaan 13 peraturan terkait rehabilitasi sosial di lima klaster," katanya.

Harry mengatakan, peraturan ini nantinya akan menjadi payung hukum dalam mengendalikan program dan kegiatan yang menjadi otoritas Kementerian Sosial, seperti program Pedoman Operasional Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Penyandang Disabilitas yang sedang dalam tahap finalisasi.

"Setiap tahunnya terdapat sekitar 1.500 peraturan menteri yang diterbitkan. Di Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial sendiri terdapat 13 peraturan menteri yang sudah diterbitkan," ujarnya.

Sementara, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial, Eva Rahmi Kasim menuturkan, dengan akan diterbitkannya Permensos tentang Pedoman Operasional ATENSI Penyandang Disabilitas ini, nantinya akan menjadi pedoman bagi balai, lembaga kesejahteraan sosial, dan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.

"Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, dimana UU itu mengamanatkan penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas," terangnya.

Eva melanjutkan, bentuk layanan asistensi rehabilitasi sosial penyandang disabilitas ini berbasis pada keluarga, komunitas, serta residensial pada balai. Artinya, para pekerja sosial tidak hanya bisa datang ke balai saja, tetapi juga bisa datang ke rumah-rumah atau lembaga lain seperti Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC).

"Program asistensi rehabilitasi sosial penyandang disabilitas juga akan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, terapis, pendataan tumbuh kembang anak, konseling, dan dukungan keluarga," terangnya.

Dengan demikian kata Eva, program ini menjamin perlindungan pekerja sosial seperti, jaminan sosial melalui Program Keluarga Harapan disabilitas dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)Kesehatan untuk akses penerima bantuan iuran. 


Editor: Pesa S

Komentar