Menaker Sebut Banyak yang Belum Paham Substansi UU Cipta Kerja

menaker-sebut-banyak-yang-belum-paham-substansi-uu-cipta-kerja Menker RI, Ida Fauziyah. (ilustrasi/net)
PINDAINEWS-- Hadirnya UU Cipta Kerja telah menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, terutama kaum buruh dan mahasiswa. 

Disahkannya UU Cipta Kerja oleh DPR beberapa waktu lalu sempat membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Bahkan unjuk rasa besar-besaran di tengah pandemi Covid-19 terjadi hampir di seluruh daerah. 

Kendati mendapat penolakan dari masyarakat, pemerintah tetap berdalih bahwa UU Cipta Kerja tetap memperhatikan nasib pekerja. 

Dikatakan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, pihaknya bahkan menjamin bahwa Undang-undang (UU) Cipta Kerja tetap menyejahterakan pekerja, seperti yang tertuang dalam subtansi UU lama.

"Semua ketentuan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dalam UU 13 tahun 2003 sama dengan yang di Omnibuslaw. Bahkan, UU Cipta Kerja diatur perlindungan kepada pekerja kontrak harus sama dengan ketentuan pekerja tetap, yakni berhak mendapatkan kompensasi bila selesai kontraknya," kata Ida dilansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Sabtu (24/10/2020).

Ida mengaku banyak yang belum memahami UU Cipta Kerja secara utuh, sehingga banyak ditemukan kesalahpahaman terhadap substansi undang-undang tersebut.

Contohnya kata Ida, terkait pekerja dikontrak seumur hidup. Padahal, dalam UU Cipta Kerja menurutnya tidak ada ketentuan yang mengatur hal itu, karena batas maksimal masa kontrak akan diatur dalam peraturan pemerintah.

"Bisa lebih cepat menjadi pekerja tetap, atau bisa juga lebih lambat," katanya.

Oleh karena itu, Ida mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kondusifitas, walaupun tidak puas dengan UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI.

"Bila mungkin masih ada ketidakpuasan bisa digugat di Mahkamah Konstitusi, kami sedang dalam tahap pemulihan ekonomi nasional, segala polemik mari kita sikapi dengan kepala dingin," tandasnya.

Editor: Pesa S

Komentar