Wacana Sterimng Film No Time to Die Menguat, MGM Tetap Bungkam

wacana-sterimng-film-no-time-to-die-menguat-mgm-tetap-bungkam Wacana Sterimng Film No Time to Die Menguat, MGM Tetap Bungkam. (antaranews.com)

PINDAINEWS.-- Masih belum menentunya, kapan film No Time to Die akan rilis di bioskop, memunculkan wacana untuk memutar film James Bond tersebut secara streming.

Setidaknya ada dua layanan streaming yakni Apple dan Netflix yang menyatakan minat besarnya untuk menayangkan film yang dibintangi oleh Daniel Craig secara streming.

Dilansir dari LKBN Antara, MGM, studio di balik film tersebut memilih untuk memberikan komentar akan hal tersebut. 

“Kami tidak mengomentari rumor. Film ini tidak untuk dijual. Rilis film telah ditunda hingga April 2021 untuk melestarikan pengalaman teater bagi penonton bioskop, "ujar juru bicara MGM. Minggu 25 Oktober 2020.

Namun, beberapa orang dalam di studio menginformasikan kemungkinan penjualan film tengah dieksplorasi secara terbuka, dan percaya bahwa MGM setidaknya terbuka untuk kemungkinan menjual film mereka dengan harga yang sangat besar.

Studio tersebut dikatakan sedang mencari kesepakatan sekitar 600 juta dolar AS, label harga yang dianggap terlalu mahal. Penjualan sebesar ini akan dipimpin secara eksklusif oleh CEO pemilik mayoritas MGM , Kevin Ulrich, Anchorage Capital Group.

Tidak jelas apakah produser Barbara Broccoli dan Michael G. Wilson, yang terkait dengan serial James Bond tersebut juga akan menandatangani kesepakatan.

Universal Pictures, yang memiliki hak distribusi internasional untuk "No Time to Die," harus dibuat utuh dalam setiap kemungkinan penjualan dan diganti untuk semua biaya yang dikeluarkan studio.

Perlu dicatat bahwa pihak-pihak yang terlibat akan menjajaki penjualan streaming, mengingat bahwa film tersebut adalah film pertama yang mengubah tanggal rilis sebelum virus corona ditingkatkan menjadi pandemi global.

Memindahkan "No Time to Die" ke layanan streaming menimbulkan beberapa tantangan logistik. Biaya produksi film ini lebih dari 250 juta dolar AS, dan telah menjalin beberapa kemitraan promosi untuk membantu membiayai biaya tersebut, termasuk Land Rover, Omega, dan Heineken.

Perusahaan-perusahaan itu mungkin mengharapkan film tersebut untuk diputar di bioskop dan mungkin tidak senang dengan haluan streaming saja.


Editor: DARMO SURYO

Komentar