Hadapi La Nina, Ini Langkah Responsip Ridwan Kamil

hadapi-la-nina-ini-langkah-responsip-ridwan-kamil Hadapi La Nina, Ini Langkah Responsip Ridwan Kamil. (Humas Pemprov Jabar)

PINDAINEWS.Pangandaran,-- Agar lebih siap dalam menghadapi Fenomena La Nina, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten / Kota se-Jawa Barat duduk bersama untuk mencari definisi, dampak dan bagaimana merespon bencana hidrometeorologi akibat fenomena La Nina. 

"Jika La Nina berdampak di Jabar, antisipasi kita itu seperti apa. Misal mengungsi. Mengungsi ke mana, kapasitasnya berapa? Jadi masyarakat sudah siap (saat fenomena La Nina hadir di Jabar). Terus tentunya karena ini tidak lazim, buat sejumlah skenario terburuknya seperti apa," Ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam keterangan resminya. Minggu (25/10/2020)

Oleh karenanya, ujar Kang Emil, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) perkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota se-Jabar guna meningkatan kesiapan sekaligus antisipasi bencana hidrometeorologi akibat fenomena La Nina. 

"Saat ini, BPBD hanya merespons apabila bencana terjadi. Tapi, antisipasi juga perlu mendapatkan perhatian. Agar potensi kerugian akibat bencana bisa ditekan," Ujar Kang Emil.

Ke depan BPBD se-Jabar untuk tidak memfokuskan pada respons ketika bencana terjadi, tetapi juga bagaimana mengantisipasinya. "Saya instruksikan BPBD se-Jabar  tidak  hanya fokus di respon saja tetapi juga bagaimana mengantisipasinya. Hal itu bertujuan menekan potensi munculnya kerugian berupa harta maupun korban jiwa." Ujarnya.

Kang Emil menambahkan, Pemda Provinsi Jabar pun tengah menyiapkan cetak biru Jabar sebagai provinsi berbudaya tangguh bencana (resilience culture province). Budaya Tangguh Bencana Jabar ini akan ditanamkan kepada seluruh warga melalui pendidikan sekolah sejak dini hingga pelatihan.

"Kita tidak boleh berprinsip ada api dipadamkan. Tapi juga menyiapkan langkah-langkah antisipatif. Tidak ada kata terlambat. Cetak cetak biru Jabar sebagai provinsi berbudaya tangguh bencana (resilience culture province) bisa menjadi warisan buat anak cucu kita," Tandasnya.


Editor: DARMO SURYO

Komentar