Ini Fakta Baru Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

ini-fakta-baru-kasus-kebakaran-gedung-kejagung Kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung. (antaranews.com)
PINDAINEWS-- Setelah menetapkan delapan tersangka kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung, pihak penyidik menemukan fakta baru dalam kasus tersebut.

Ditemukan bahwa nama perusahaan cleaning service PT APM dipinjam oleh dua orang. Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka RS yang merupakan Dirut PT APM.

"RS adalah satu dari delapan tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ferdy Sambo dilansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Rabu (28/10/2020).

Dari hasil pemeriksaan itu, tersangka RS mengatakan bahwa PT APM dipinjam bendera perusahaannya oleh dua orang inisial Mai dan SW.

PT APM merupakan perusahaan yang disebut menjalin kerja sama dengan NH, pejabat pembuat komitmen (PPK) Kejagung dalam pengadaan minyak pembersih Top Cleaner.

"Keduanya akan diperiksa penyidik pada hari Selasa, 3 November 2020," ujar jenderal bintang satu itu.

Perlu diketahui, Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap 64 saksi kasus kebakaran Kejagung.

Berdasarkan gelar perkara Bareskrim bersama Kejagung, penyidik menyimpulkan penyebab awal kebakaran berasal dari kelalaian aktivitas merokok lima orang tersangka yang merupakan tukang bangunan saat mereka bekerja di Aula Biro Kepegawaian Lantai 6 Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Api cepat menjalar dipicu adanya sisa cairan pembersih Top Cleaner yang ada di setiap lantai. Cairan pembersih itu ternyata mengandung solar.

Dalam kasus itu, delapan orang ditetapkan menjadi tersangka mereka adalah S, H, T, K, IS, UAM, RS, dan NH. Tersangka S, H, T dan K adalah tukang bangunan, IS adalah tukang wallpaper, UAM merupakan mandor. Sementara RS adalah Direktur PT APM. NH adalah pejabat pembuat komitmen Kejaksaan Agung.

Para tersangka dikenai Pasal 188 KUHP junctoPasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 5 tahun penjara.

Editor: Pesa S

Komentar