Ibadah Umrah Segera Dibuka, Indonesia Lobi Arab Saudi

ibadah-umrah-segera-dibuka-indonesia-lobi-arab-saudi Suasana pelaksanaan ibadah umrah. (Ilustrasi/net)
PINDAINEWS--Anggota Komisi VIII DPR RI, TB. Ace Hasan Sadzily menuturkan bahwa saat ini Pemerintah Indonesia sedang melakukan negosiasi dengan Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah umrah yang akan kembali dibuka pada 1 November 2020 nanti.

Menurutnya, negosiasi itu dilakukan agar jamaah asal Indonesia diizinkan kembali melaksanakan ibadah Umrah.

"Selama kita sedang mengadakan lobi dengan Pemerintah Arab Saudi, kita juga harus mulai mempersiapkan diri agar pada saat dibukanya kembali penyelenggaraan ibadah umrah kita dan jamaah sudah siap," tuturnya di Hotel Horrison, Bandung, Rabu (28/10/2020).

Seperti diketahui, saat ini Pemerintah Arab Saudi akan membuka kembali ibadah umrah bagi umat muslim, namun masih untuk kalangan terbatas. "Jadi ada beberapa kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang harus diterapkan untuk melakukan ibadah umrah di tengah pandemi Covid-19," ungkapnya.

"Pelaksanaan ibadah umrah di tengah pandemi Covid-19 akan menjadi beda dibandingkan dengan sebelumnya. Hal ini dikarenakan pelaksanaan ibadah umrah tersebut harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat," imbuhnya.

Mengenai aturannya kata Ace Hasan, pertama mengenai usia jamaah umrah dibatasi dengan rentang usia 18 sampai dengan 50 tahun. Hal ini dikarenakan usia di atas 50 tahun merupakan usia yang rentan terkena Covid-19, serta penyakit bawaan.

Kedua, pembimbing ibadah umrah harus memiliki surat bebas Covid-19 dengan pengecekan kesehatan menggunakan metode PCR atau Swab test.

"Jadi, surat bebas Covid-19 dengan Rapid Test tidak berlaku," tegasnya.

"Pembatasan jumlah rombongan yaitu 1 rombongan hanya ada 50 jamaah umrah, akomodasi hotel 1 kamar hanya diisi oleh 2 orang dengan jarak kasur 2 meter. Begitu juga dengan bus yang digunakan hanya berisi 50 persen dari kapasitas penuhnya," tambahnya.

Untuk itu ia berharap, pembimbing ibadah umrah harus tegas dan aktif dalam mengingatkan jamaahnya agar tetap menerapkan physical distancing, terutama yang bukan satu keluarga.

"Pihak travel juga harus menyediakan masker dan hand sanitizer setiap saat agar apabila ada jamaah umrah yang tidak membawa perlengkapan tersebut dapat dilengkapi," ujarnya.

Selain itu kata dia, proses pendaftaran jamaah umrah dikontrol melalui sistem Itamarna yang disediakan oleh pemerintah Arab Saudi dan dikoordinasikan dengan PPIU.

Ace menilai, kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah Arab Saudi ini merupakan upaya untuk menjaga keselamatan bersama. 

Namun demikian, dengan kebijakan yang diterapkan ini, maka akan ada perubahan biaya perjalanan ibadah umrah.

"Saat ini kita tinggal menunggu Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan daftar negara yang diperbolehkan melaksanakan ibadah umrah. Setiap kebijakan baru yang dikeluarkan Saudi akan diinformasikan ke publik agar menjadi perhatian bersama," pungkasnya.
Editor: Pesa S

Komentar