Tegas, Presiden Meksiko Sebut Lockdown Merupakan Tindakan Otoriter

tegas-presiden-meksiko-sebut-lockdown-merupakan-tindakan-otoriter Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador. (antaranews.com)

PINDAINEWS-- Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador dengan tegas menyebut bahwa kebijakan lockdown untuk membendung penyebaran virus corona adalah tindakan sewenang-wenang.

Menurutnya, kebijakan penguncian ketat wilayah dengan pemberlakuan jam malam merupakan tindakan otoriter yang dapat menimbulkan ketidakpercayaan rakyat kepada pemerintah.

"Apa yang diperlihatkan adalah tindakan otoriter oleh pihak berwenang, oleh pemerintah, dengan segala hormat, di pihak mereka yang memilih langkah ini," katanya dilansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Kamis (29/10/2020).

Pernyataan ini dilontarkan Andres Manuel Lopez Obrador setelah beberapa negara eropa mengumumkan kembali penerapan lockdown seiring meningkatnya kasus penderita Covid-19.

Negara-negara eropa seperti Jerman dan Prancis pada Rabu kemarin telah mengumumkan serangkaian pembatasan, yang mendekati tingkat lockdown akibat angka kematian Covid-19 melonjak.

Otoritas nasional ataupun lokal di beberapa negara Eropa, termasuk Prancis, Spanyol, Italia, dan Republik Ceko, telah memberlakukan jam malam. kematian karena Covid-19 melonjak.

Otoritas nasional ataupun lokal di beberapa negara eropa, termasuk Prancis, Spanyol, Italia, dan Republik Ceko juga telah memberlakukan jam malam.

Lopez Obrador pun mendesak para pemerintah di eropa agar menunjukkan lebih banyak kepercayaan terhadap penduduk mereka dengan cara yang lebih komprehensif.

"Jam malam bukanlah tanda kepercayaan pada orang-orang. (Tindakan, red) ini menempatkan diri Anda di atas sebagai otoritas dan memandang warga negara sebagai anak-anak, seolah mereka tidak mengerti. Bahkan di saat-saat terburuknya, eropa tidak pernah memberlakukan jam malam dan semua tindakan ini," ujarnya.

Penyebaran virus corona di Meksiko termasuk tinggi. Bahkan pemerintah Meksiko secara resmi sudah melaporkan lebih dari 901.000 kasus virus corona dan 89.800 kematian, meskipun pihak berwenang mengakui bahwa jumlah kasus dan kematian kemungkinan jauh lebih tinggi.

Pemerintah Meksiko sendiri dikatakan Presiden Lopez Obrador telah memperingatkan masyarakat agar mematuhi norma-norma pembatasan sosial serta menghindari kerumunan besar pada saat berbagai perayaan tradisional, yang setiap tahun menarik perhatian ratusan ribu orang.

Lopez Obrador meminta masyarakat Meksiko untuk menjalankan tata cara kebersihan pribadi, menjaga jarak fisik, dan bertindak secara bertanggung jawab.

"Dan tidak menggunakan paksaan. Penyelesaiannya tidak dengan cara itu," tandasnya.


Editor: Pesa S

Komentar