Pemprov Jabar Gelar Tes Covid-19 di Sejumlah Tempat Wisata

pemprov-jabar-gelar-tes-covid-19-di-sejumlah-tempat-wisata Ilustrasi tes Covid-19. (antaranews.com)
PINDAINEWS-- Dalam upaya menekan risiko penularan Covid-19 selama masa libur panjang, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat menggelar tes cepat Covid-19 di 54 titik tempat wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan alat tes diagnostik cepat. Ini merupakan bagian dari upaya penapisan untuk mendeteksi penularan Covid-19.

"Petugas di lapangan tak hanya dibekali oleh rapid test, tetapi ada hazmat bagi petugas pemeriksa. Rapid test screening awal untuk nanti ditindaklanjuti swab test. Jadi tes ini dilakukan secara acak," katanya dilansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Kamis (19/10/2020).

Dedi mengatakan, ini juga dilakukan agar wisatawan bisa merasa aman dan tenang selama menjalani liburan.

"Kami meminta wisatawan yang datang ke berbagai tempat untuk ikut berpartisipasi dengan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ada," tambahnya.

Dedi mengatakan bahwa dia sudah mendatangi sejumlah tempat wisata untuk mengecek penerapan protokol kesehatan guna meminimalkan potensi peningkatan penularan Covid-19 selama libur panjang.

Dalam beberapa hari terakhir, Dedi mengunjungi hotel, restoran, dan tempat wisata di wilayah Sukabumi hingga Pangandaran untuk mengecek penerapan protokol kesehatan.

Dikatakan dia, sejauh ini para pelaku industri pariwisata umumnya sudah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan serta menjalankan upaya untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19 seperti melakukan pengecekan suhu tubuh pengunjung dan membatasi jumlah pengunjung.

"Jadi kami monitor sekaligus melihat kesiapan ke tempat destinasi wisata dari wilayah barat hingga timur Jawa Barat sampai Pangandaran. Di public space, tempat publik, kami sudah bagikan masker dan edukasi," kata Dedi.

Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan Covid-19 di tempat-tempat wisata merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mencegah peningkatan kasus infeksi virus corona akibat peningkatan mobilitas warga selama libur panjang.

Menurut dia, selama libur panjang Hari Raya Idul Fitri lalu, jumlah kasus Covid-19 harian dan kumulatif mingguan naik 69 persen hingga 93 persen dengan rentang waktu 10 sampai 14 hari.

Editor: Pesa S

Komentar