Sempat Buron, Direktur MIT Akhirnya Ditangkap KPK

sempat-buron-direktur-mit-akhirnya-ditangkap-kpk Ilustrasi gedung KPK. (antaranews.com)
PINDAINEWS-- Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di salah satu apartemen di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Kamis (29/10/2020).

Penangkapan Hiendra terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara Mahkamah Agung (MA) Tahun 2011-2016 yang sebelumnya telah dimasukkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 11 Februari 2020.

"Sejak ditetapkan DPO, penyidik KPK dengan dibantu pihak Polri terus aktif melakukan pencarian terhadap DPO antara lain dengan melakukan penggeledahan rumah di berbagai tempat baik di sekitar Jakarta maupun Jawa Timur," ucap Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dikutip Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara.

Lili Pintauli Siregar menjelaskan kronologis penangkapan tersangka. Pada Rabu (28/10/2020), penyidik KPK mendapat informasi dari masyarakat mengenai keberadaan Hiendra yang datang ke salah satu apartemen di daerah BSD, Tangerang Selatan sekitar pukul 15.30 WIB.

Atas informasi tersebut, penyidik KPK berkoordinasi dengan pihak pengelola apartemen dan petugas keamanan mengintai dan menunggu kesempatan agar bisa masuk ke unit salah satu apartemen dimaksud.

"Pada Kamis (29/10/2020) pukul 08.00 WIB, ketika teman Hiendra tersebut ingin mengambil barang di mobilnya, dengan dilengkapi surat perintah penangkapan dan penggeledahan, penyidik KPK dengan disaksikan pengelola apartemen, petugas "security" apartemen dan polisi, langsung masuk dan menangkap HS yang berada di unit dimaksud," tuturnya.

Tak menunggu lama, penyidik KPK langsung membawa Hiendra dan temannya ke Gedung KPK serta dua unit kendaraan yang diduga digunakan Hiendra dalam pelarian selama ini, alat komunikasi, dan barang-barang pribadi milik Hiendra untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, Hiendra bersama mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono telah dimasukkan dalam status DPO.

Nurhadi dan menantunya telah terlebih dahulu ditangkap tim KPK di salah satu kediaman di Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka sejak 16 Desember 2019 lalu.
Editor: Pesa S

Komentar