Meski Masih Pandemi, Pariwisata Jabar Mulai Menggeliat

meski-masih-pandemi-pariwisata-jabar-mulai-menggeliat Gua Sunyaragi Cirebon.. (antaranews.com)

PINDAINEWS, Bandung - Hingga kini, wabah Covid-19 masih melanda banyak daerah, termasuk Jabar. Dampaknya pun dirasakan beragam sektor, tidak terkecuali pariwisata.

Meski demikian, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, berpendapat, pariwisata Jabar mulai menunjukkan geliatnya, terutama pada momen libur akhir tahun ini.

"Pariwisata Jabar mulai lebih pulih. Indikasinya, terlihat pada monitoring booking-an atau okupansi kamar hotel dan penginapan pada akhir tahun yang penuh," tandas Emil, sapaan akrabnya, pada penyelenggaraan West Java Investment Summit (WJIS) 2020 di Hotel Savoy Homann Bidakara, Jalan Asia Afrika Bandung, seperti dilansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara.

Emil mengemukakan, menjelang libur akhir tahun, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, pihaknya terus berupaya menegakkan protokol kesehatan melalui gerakan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Mantan Wali Kota Bandung ini mengakui bahwa saat long weekend Oktober 2020, kasus Covid-19 di Jabar bertambah. Walau demikian, ucap dia, peningkatannya lebih rendah daripada long weekend Agustus 2020.

Tentang rencana penghapusan long weekend akhir tahun ini, Emil tidak menjelaskannya secara rinci. Emil menyatakan, pihaknya hanya bertugas mengamankan dan memastikan protokol kesehatan terlaksana secara baik.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Jabar, Herawanto, sepakat bahwa aktivitas pariwisata Jabar mulai menunjukkan geliatnya. Itu terjadi, terangnya, berkat terbitnya sejumlah kebijakan dan regulasi Pemerintah Provinsi (Pempro) Jabar, termasuk pemerintah kota-kabupaten, yang berhasil meningkatkan pergerakan orang, transportasi, dan pariwisata.

Misalnya, sebut dia pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM). Ternyata, tukas dia, PSBM berefek sangat positif, termasuk pada sektor tourism. Pihaknya, ungkap dia mencatat, terjadi kenaikan akomodasi dan perdagangan pada triwulan III 2020.

Agar penyebaran Covid-19 lebih terkendali dan terminimalisir, Herawanto berpendapat, Pemprov Jabar termasuk kota-kabupaten harus terus menegakkan protokol kesehatan. Hal itu, terangnya, agar kondusivitas ekonomi tetap terjaga dan terpelihara.

Mulai meningkat dan menggeliatnya sektor transportasi serta pariwisata, aktivitas belanja pun turut terkerek. Efeknya, ekonomi Jabar pun bergerak. 


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar