Demi Ciater Agrowisata, PT Jaswita dan PTPN VIII Jalin Harmonisasi

demi-ciater-agrowisata-pt-jaswita-dan-ptpn-viii-jalin-harmonisasi Perkebunan teh.. (antaranews.com)

PINDAINEWS, Bandung -- Sejatinya, tatar Parahyangan memilki potensi pariwisata yang tidak kalah oleh daerah lain, termasuk Bali dan Daeah Istimewa (DI) Yogyakarta. Satu di antaranya, potensi wisata alam.

Melihat kondisi itu, PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) Jabar dan PT Perkebunan Nasional (PTPN) VIII (Persero), secara bersama-sama, berencana mengembangkan kawasan Ciater Agrotourism di Kabupaten Subang. Dasarnya, tren wisata berbasis alam terus menunjukkan grafik peningkatan dan diminati kalangan wisatawan.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, kesamaan visi dan misi PT Jaswita dan PTPN VIII itu terealisasi melalui sebuah kerja sama pengembangan Ciater Agrotourism. Kesepakatan itu tersebut tertuang dalam Memorandum of Understanding (Mou) atau nota kesepahaman antara PT PN VIII yang pendantanganannya berlangsung pada sela-sela West Java Investment Summit (WJIS) 2020 di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika Bandung.

Direktur Utama PT Jaswita Jabar, Deni Nurdyana, mengemukakan, pariwisata tidak kalah pentingnya oleh sektor-sektor lain. Potensinya besar. "Begitu pula dengan PTPN VIII, yang sangat berpotensi mengembangkan kepariwisataan Jabar," tandasnya.

Direktur PTPN VIII, Mohammad Yudayat, menambahkan, pemandangan kebun teh yang memesona dapat teroptimalkan melalui sejumlah pembangunan fasilitas. Melalui konsep agrowisata, lanjutnya, nilai tambah kebun teh lebih meningkat. 

Dia menyebutkan, komoditas teh, sawit, dan karet menjadi lini bisnis pihaknya. Namun, ucap dia, pihaknya melihat adanya peluang lain. Di antaranya, kata dia, adanya sejumlah aset yang pemanfaatannya masih belum optimal. Padahal, ujar dia, pengembangan aset-aset itu bisa memberi nilai tambah, yakni menjadi destinasi wisata.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar